BNPB Sebut Penanganan Korban Dampak Siklon Tropis Seroja di NTT Sudah Optimal

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo telah menginstruksikan penanganan prioritas untuk korban bencana NTT.

Handover
Ilustrasi - Kepala BNPB Doni Monardo pimpin penanganan bencana di NTT 

"Pengungsi bisa menyewa rumah keluarga mereka agar tidak ada kerumunan," ujarnya dalam konferensi pers tersebut.

Untuk biaya sewa, Doni menekankan akan diberi bantuan oleh pemerintah daerah yang sudah mengajukan ke BNPB.

"Biaya akan dibantu Pemerintah, setelah Pemerintah Daerah mengusulkan ke BNPB," sambungnya.

Kondisi Terkini Flores Timur, NTT Pasca Diterjang Banjir Bandang : Akses Evakuasi Terhambat

Peduli Korban Banjir Bandang NTT, Atta dan Aurel Galang Dana, Terkumpul Rp 200 Juta dalam Sehari

Banjir bandang di NTT
Banjir bandang di NTT (Pos Kupang)

Sementara itu, BNPB akan membangun kembali rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang.

Dana yang telah disiapkan sebesar Rp 50 juta untuk kerusakan berat, Rp 25 juta kerusakan sedang dan Rp 10 juta untuk kerusakan ringan.

"Pemerintah melalui BNPB akan membangun ulang rumah warga yang rusak, sesuai anggaran yang sudah ditentukan," ujar Doni.

BNPB memastikan seluruh warga korban banjir bandang di NTT akan mendapatkan bantuan logistik, tanpa terkecuali.

"Kami pastikan tidak ada masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan logistik," beber Doni.

Sementara itu, BNPB sudah meluncurkan 2 helikopter pagi tadi dan 1 helikopter di Kupang untuk membantu membawa bantuan logistik yang akan diberikan kepada korban.

"Pagi tadi ada 2 helikopter, 1 di kupang dan 2 lagi akan menyusul untuk membantu mobilisasi logistik," sambungnya.

Baca juga: Ngerinya Banjir Bandang di NTT, Begini Pengakuan Warga Lihat Mayat di Atas Kasur Hanyut ke Laut

Tak hanya helikopter, BNPB juga akan menurunkan pesawat kargo untuk membawa bantuan logistik lebih banyak.

"Pesawat kargo juga dari Kupang untuk logistik," ujar Doni.

Hingga saat ini, Doni memastikan sudah terdapat fasilitas kesehatan di seluruh tempat pengungsian.

Namun, ia membeberkan untuk jumlah dokter di pengungsian masih terbatas, sehingga perlu mendatangkan dari daerah lain.

Hal tersebut sudah dibicarakannya dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved