Breaking News:

Pro Kontra Doa dari Semua Agama, Yaqut Cholil: Orang Disuruh Doa Kok Ribut

Menter Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menanggapi soal pro kontra permintaan baca doa dari seluruh agama di acara-acara Kemenag.

YouTube Kementerian Agama
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas 

TRIBUNPALU.COM - Menter Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menanggapi soal pro kontra permintaan baca doa dari seluruh agama di acara-acara Kemenag.

Yaqut mempertanyakan mengapa usulannydisambut pro kontra oleh publik.

"Jadi salahnya doa ini apa sih? Orang disuruh doa kok ribut, itu salahnya doa ini apa? Ini pertanyaan saya, saya boleh dong nanya. Salahnya doa apa, kan enggak ada salahnya," kata Yaqut dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Kamis (8/4/2021).

Yaqut pun menjelaskan awal mula munculnya permintaan agar acara Kemenang diisi doa semua agama ketika Yaqut menghadiri rapat kerja nasional Kementerian Agama yang dihadiri pegawai eselon I dan II Kemenag se-Indonesia.

Dalam acara tersebut, kata Yaqut, doa hanya disampaikan secara Islam.

Baca juga: Kisah Polwan Cantik Korban Pelakor: Sudah Maafkan 10 Kali, Malah Dicekik dan Milih Janda Hamil

Baca juga: Siswi SMK Hidup Sebatangkara di Gubuk Reot, Kakak Merantau Titip Anak, 5 Tahun Tak Digubris Pemda

Baca juga: Sampah Menumpuk di Jl Kelapa 2 Kecamatan Palu Barat Sumbat Drainase

Padahal, menurut dia, perilaku koruptif dan perilaku negatif lainnya dapat dijauhkan jika seseorang dekat dengan Tuhannya lewat doa.

"Nah saya berpikir begini, masa sih yang disuruh menjauhi fraud, menjauhi korupsi, menjauhi birokrasi melayani dirinya sendiri, cuma muslim saja, sementrara ada pegawai yang beragama bukan muslim," ujar Yaqut.

Oleh karena itu, ia mendorong agar pegawai yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu juga berdoa agar ingat dengan Tuhan dan dijauhkan dari perilaku yang tidak baik.

"Itu asumsi, apakah itu benar ya masing-masing person saya kira (yang menentukan), dengan doa itu mejauhkan perilaku itu enggak. Kalau doa saja sudah tidak menjauhkan dia dari perilaku buruk, terus apalagi yang bisa menjauhkan mereka kecuali maut," kata Yaqut.

Ia pun menegaskan bahwa doa dari semua agama hanya berlaku di lingkungan Kemenag dalam acara yang diikuti seluruh pegawai dari berbagai agama.

Halaman
12
Editor: Muh Ruliansyah
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved