Breaking News:

Menkes Budi Jawab Pernyataan Skeptis Media Asing soal Program Vaksinasi: Bilang Butuh 7 Tahun

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin angkat bicara atas pernyataan skeptis dari media asing terkait kemampuan Indonesia melakukan Vaksinasi.

Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNPALU.COM/ALAN SAHRIR
Ilustrasi Vaksinasi Nasional - Foto anggota Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Tengah Divaksinasi Covid-19, Selasa (23/3/2021). Informasi terbaru, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin angkat bicara atas pernyataan skeptis dari media asing terkait kemampuan Indonesia melakukan Vaksinasi. 

"Kemudian di bulan Maret dan April rencananya 15 juta sebulannya, jadi sekitar 30 juta (total untuk Maret dan April)," kata Budi Gunadi.

Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Sulawesi Tengah, Sabtu 10 April 2021: 1 Pasien Meninggal & 23 Sembuh

Sehingga hingga periode April 2021, Indonesia diharapkan memiliki 40 juta dosis vaksin Sinovac.

"Jadi diharapkan memang sekitar 40 juta (dari Januari) sampai bulan April," jelas Budi Gunadi.

Hal ini, kata dia, turut menjadi jawaban terkait pernyataan 'skeptis' media asing mengenai kemampuan Indonesia dalam melakukan program vaksinasi terhadap warganya.

"Ini membantu menjelaskan kita mulai vaksinasi 13 Januari, sempat ada berita di media asing bilang bahwa dengan kecepatan vaksinasi Indonesia cuma berapa itu ya, mungkin sekitar 50 ribu sampai 100 ribu per hari, butuh 7 tahun untuk menyelesaikan vaksinasi," papar Budi Gunadi.

Budi Gunadi pun sempat memberikan pernyataan kepada media asing yang skeptis terhadap kemampuan Indonesia terkait vaksinasi ini.

Ia menegaskan bahwa masalah yang dihadapi Indonesia saat ini bukan terkait pada kemampuan negara dalam melakukan upaya tersebut, namun ketersediaan vaksin secara global.

Ini tidak hanya dihadapi oleh Indonesia, namun juga menjadi permasalahan utama yang dihadapi banyak negara di dunia.

"Nah saya menjelaskan ke media tersebut, bahwa masalahnya bukan di kemampuan kita melakukan vaksinasi, tetapi masalah utama di seluruh negara adalah ketersediaan vaksinnya," tegas Budi Gunadi.

Baca juga: Pemerintah Larang Salat Tarawih di Masjid pada Kawasan Zona Merah Covid-19

Sementara itu di sisi lain, Indonesia gagal memperoleh 10 juta dosis vaksin AstraZeneca yang rencananya dikirimkan melalui Fasilitas COVAX, sebuah skema yang diinisiasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan beberapa lembaga lainnya, termasuk The Global Alliance for Vaccines and Immunisation (GAVI).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved