Breaking News:

Sidang Habib Rizieq Shihab

Emosi Pertanyaannya kepada Saksi Dipotong JPU, HRS: Bukan Anda yang Dipenjara, Tapi Saya

Mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menghadapi sidang lanjutan kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Habib Rizieq Shihab (HRS) 

TRIBUNPALU.COM - Mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menghadapi sidang lanjutan kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung, Senin (12/4/2021).

Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi itu, emosi HRS sempat memuncak.

HRS membentak Jaksa Penuntut Umum (JPU) ketika pertanyaannya kepada saksi dipotong.

Tim kuasa hukum Rizieq Shihab menilai emosi klien mereka yang sempat memuncak dalam sidang pemeriksaan saksi kasus kerumunan warga di Petamburan dan Megamendung sebagai hal lumrah.

Meski Rizieq Shihab sempat membentak Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena giliran bertanya kepada eks Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara diselak sehingga harus ditenangkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Anggota tim kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar menilai hal tersebut lumrah dalam proses peradilan dan mengatakan pihaknya tidak memiliki masalah dengan JPU yang menangani perkara.

"Biasa, dinamika persidangan karena (omongan) dipotong tadi. Karena tadi dipotong saja. Karena potong memotong pembicaraan saja. Tapi secara keseluruhan kita tidak ada masalah dengan Jaksa," kata Aziz di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (12/4/2021).

Menurutnya seluruh saksi yang dihadirkan JPU dalam perkara kerumunan warga di Petamburan dan Megamendung memberi keterangan jujur, pihaknya juga mengaku puas dengan jalannya sidang yang baru berakhir sekira pukul 22.24 WIB.

Proses sidang pemeriksaan saksi kasus kerumunan warga di Petamburan dan Megamendung yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (12/4/2021).
Proses sidang pemeriksaan saksi kasus kerumunan warga di Petamburan dan Megamendung yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (12/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Dalam sidang pemeriksaan saksi dari pihak JPU tersebut tim kuasa hukum merasa sudah menunujukkan kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur ada kasus pelanggaran protokol kesehatan lain tapi tidak diproses pidana.

Di antaranya kasus penjemputan Rizieq Shihab pada 10 November 2020 lalu di Bandara Soekarno-Hatta yang dihadiri ratusan ribu simpatisan dan mengakibatkan pengelola bandara merugi sekitar Rp 16 juta akibat kerusakan fasilitas.

Halaman
1234
Editor: Muh Ruliansyah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved