Gembong Kampung Narkoba Jadi Tersangka, Bandar Besar Kontrol Pasokan Dari Penjara Pakai Kode Kristal
Dua warga kampung narkoba, Agus dan Hijiriah (istri Ateng) ditetapkan sebagai tersangka dalam pengangkapan 65 orang di kawasan Tangga Buntung
Ia menjelaskan, target utama dalam pengerbekan di TKP yaitu Juni dan Hijiriah.
"Keduanya sudah kita amankan, dan kami duga keduanya merupakan bandar besar," jelasnya
Lanjut AKBP Andi mengungkapkan, barang bukti shabu seberat 1,5 kg berhasil diamankan di rumah Hijriah yaitu istri Ateng.
"Kami duga Ateng pada saat kejadian ada di rumahnya namun karena ia mengetahui sehingga kami duga Ateng melarikan diri dan saat ini masih dalam DPO," ungkapnya.
Ia mengenaskan, agar Ateng segera menyerahkan diri.
"Kami tegaskan untuk Ateng menyerahkan diri. Kami sudah mengetahui identitasnya, apabila melakukan perlawanan pada saat akan ditangkap akan kami berikan tindakan tegas dan terukur," tutupnya.
Baca juga: Apa Itu Zakat Fitrah? Siapa Saja Orang yang Wajib Membayar, dan Berapa Jumlahnya? Ini Penjelasannya
Baca juga: Bacaan Doa Niat Salat Tarawih dan Salat Witir selama Ramadhan, Lengkap untuk Sendiri dan Berjamaah
Baca juga: Hukum Lupa Membaca Niat Puasa Ramadhan, Apakah Puasanya Dianggap Batal atau Tetap Sah?
Kampung Narkoba
Dalam perkembangannya, kawasan yang menjadi pusat pemukiman warga Palembang ini mulai terpengaruh oleh narkoba.
Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam sebuah laporan tahun 2019 mengungkapkan, Tangga Buntung dikategorikan daerah rawan narkoba oleh masyarakat.
Di kecamatan ini terdapat sebuah kampung yang banyak warganya hidup dari hasil jual-beli narkoba.
Di antara warga saling menjaga jika ada hal-hal yang dianggap mencurigakan.
Misalnya, jika ada petugas yang masuk ke kampung ini, maka mudah diketahui seluruh warga kampung.
Rumah tangga berjualan segala jenis narkoba tetapi bukan sebagai bandar besar, melainkan kaki tangannya.
Bandar narkoba tidak tinggal di kampung tersebut, bahkan ada bandar besar yang ada di penjara yang menggerakkan pasokan narkoba mereka.
Bandar besar ini umumnya memiliki kaki tangan atau agen yang didistribusikan melalui kurir.