Breaking News:

Reshuffle Kabinet

Ngabalin Sebut Ada Reshuffle Kabinet Pekan Ini, Pengamat: Artinya Jokowi Gagal Dong

Pengamat politik Refly Harun mengomentari kabar reshuffle kabinet yang disebutkan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.

Instagram/@jokowi
Presiden Jokowi 

TRIBUNPALU.COM - Pengamat politik Refly Harun mengomentari kabar reshuffle kabinet yang disebutkan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.

Menurut Ngabalin, perombakan kabinet akan diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pekan ini.

"Dan tinggal kita tunggu waktunya dalam pekan ini," ungkap Ngabalin, dalam tayangan Kompas TV, Selasa (13/4/2021).

Mendengar kabar tersebut, Refly mempertanyakan pihak mana yang patut disalahkan ketika reshuffle dilakukan.

Baca juga: Merokok dan Vape saat Puasa Ramadhan Apakah Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ustaz

Baca juga: Digunakan Hotel Santika Palu Melindungi Pengunjung dari Covid-19, Apa Itu Prokes Berbasis CHSE?

Baca juga: Jadwal MotoGP Portugal 2021 Lengkap, Live Trans7: Target Realistis Marquez Kembali Turun Balapan

Ia mengatakan ketika terjadi reshuffle, maka sama artinya Jokowi gagal memilih orang-orang terbaik untuk mengisi posisi sebagai menteri.

"Kalau sudah begini, siapa yang patut kita salahkan? Karena menteri itu kan diangkat dan diberhentikan oleh presiden. Jadi kalau di tengah jalan presiden memberhentikan, wah itu luar bisa. Artinya Jokowi gagal dong memilih orang-orang terbaik," katanya dilansir dari kanal YouTube Refly Harun, Rabu (14/4/2021).

Pakar hukum tata negara itu juga mempertanyakan siapa yang akan digeser dan diangkat terkait rencana penggabungan Kementerian.

Sebagaimana diketahui, DPR menyetujui dibentuknya penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), serta Kementerian Investasi.

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet, Lembaga Survei Rilis 15 Menteri yang Layak Diganti, Yasonna Urutan Pertama

Baca juga: Daftar Harga HP iPhone Terbaru di Bulan April 2021 & Spesifikasinya: iPhone SE, iPhone X & iPhone 12

Baca juga: Meski Tidak Membatalkan Puasa Seseorang Tak Bisa Divaksinasi Covid-19 Jika Alami Kondisi Ini

"Karena tidak ada lagi kementerian itu, apakah Bambang akan digeser? Apakah Bahlil Lahadalia akan digeser atau diangkat, dinaikkan sebagai Menteri Investasi? Apakah Luhut Binsar yang mengisi itu karena Menko Maritim tidak lagi ada investasinya? Lalu apakah Mendikbud Nadiem Makarim tetap akan dipertahankan dengan tambahan tugas ristek dan dikti?" tutur Refly.

Lebih lanjut Refly memberi contoh soal menteri yang terkadang gagal menurut persepsi publik, tapi tetap dipertahankan Jokowi.

Menurutnya hal itu terjadi ketika menteri tersebut dianggap memiliki jasa dan kinerja yang baik oleh penguasa.

"Sebagai contoh Yasonna Laoly, masyarakat selalu melihat persepsinya negatif, tetapi bagi kekuasaan dia sangat workable. Paling tidak dalam sengketa Golkar dan PPP dia sangat berjasa 'memenangkan' faksi PPP dan faksi Golkar yang pro pemerintah," katanya.(*)

Penulis: Muh Ruliansyah
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved