Reshuffle Kabinet

Pengamat Sebut Banyak Ahli Pendidikan dari Kalangan Muhammadiyah, Nadiem Dinilai Layak Dikocok Ulang

Nama Nadiem Makarim santer tersiar di tengah isu reshuffle kabinet yang menurut Ali Mochtar Ngabalin bakal dilakukan dalam waktu dekat.

Dok. Kemendikbud
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim 

TRIBUNPALU.COM - Nama Nadiem Makarim santer tersiar di tengah isu reshuffle kabinet yang menurut Ali Mochtar Ngabalin bakal dilakukan dalam waktu dekat.

Beredar isu menyebutkan Nadiem termasuk menteri yang akan dicopot Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Terlebih dalam rilis survei Indonesia Political Opinion (IPO), nama Nadiem termasuk daftar 15 menteri yang layak diganti.

Wacana perombakan kabinet muncul setelah DPR menyetujui dua nomenklatur baru Kementerian yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dikbud/Ristek) serta Kementeri Investasi/Kepala BKPM.

Baca juga: Wali Kota Makassar Ganti Semua Camat, Lurah, Ketua RW, dan RT di Makassar, Ini Penyebabnya

Baca juga: Bos MU Rela Tumbalkan 6 Pemain Bintang Demi Dapatkan Haaland, Ada Nama David De Gea

Baca juga: Hasil Liga Champions Tadi Malam: Real Madrid Kandaskan Ambisi Liverpool, City Pecundangi Dortmund

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menilai, nama yang layak untuk mengisi pos Kemendikbud yang akan menjadi Dikbud/Ristek itu harus diperhitungkan ulang.

"Nadiem juga layak tuk dikocok ulang," kata Ujang saat dihubungi Tribunnews, Kamis (15/4/2021).

Menurut Ujang, setelah pos Kementerian itu berubah, harus ada nama baru yang mengisi.

Tentu, dengan kompetensi serta pemahaman yang mendalam soal pendidikan.

Meski, dirinya tak menyebutkan nama, Ujang menyebut kalangan Muhammadiyah banyak yang memiliki kopetensi tersebut. 

"Cari menteri yang ahli urus pendidikan.

Banyak dari kalangan Muhammadiyah," jelasnya.

Ujang menilai bahwa posisi Bahlil Lahadalia akan aman.

Terlebih, Kepala BKPM akan ditambah nomenklaturnya sebagai Menteri Investasi.

"Bahlil aman dari Kepala BKPM naik ke Kementerian investasi," tambahnya.

Dikabarkan sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Presiden Ali Ngabalin mengatakan bahwa Presiden Jokowi akan segera melantik dua menteri baru Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved