Jalani Ramadhan Pertama Tanpa Syekh Ali Jaber, Istri: Suaranya Mengelilingi Benakku
Ramadhan 1442 H menjadi pertama kali bagi masyarakat Indonesia tanpa kehadiran Syekh Ali Jaber.
TRIBUNPALU.COM - Ramadhan 1442 H menjadi pertama kali bagi masyarakat Indonesia tanpa kehadiran Syekh Ali Jaber.
Pada Ramadhan sebelum-sebelumnya, Ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi itu selalu hadir di layar kaca memberikan tausiyah kepada masyarakat Indonesia.
Kepergian Syekh Ali Jaber menghadirkan rasa pilu bagi keluarga, terlebih saat memasuki bulan Ramadhan.
Sang Istri, Ummu Fahad beberapa waktu lalu mencurahkan isi hatinya melalui postingan di media sosial Instagram.
Baca juga: Operasi Keselamatan Tinombala 2021, Dislantas Polda Sulteng Bagi-bagi Masker ke Pengendara di Palu
Baca juga: Peringatan Dini BMKG, Jumat 16 April: Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Lebat Angin Kencang di 22 Daerah
Baca juga: Bacaan Doa: Surat Al Kahfi Bahasa Arab, Latin, dan Artinya, Baca Quran Tambah Amalan Ramadhan
Memasuki bulan ketiga kepergian suami tercinta, Ummu Fahad mengaku masih teringat senyum dan suara Syekh Ali Jaber.
Ia mengatakan memori itu yang melahirkan rasa sakit di hati.
"Ramadhan dan pujaan hatiku di dalam pelukan kuburan, dan di dalam ingatanku wajah tersenyum dan suaranya menglilingi benaaku dan di dalam hatiku rasa sakit kehilangan dia sunguh menyakitkan. Ramadhan pertama untukku tanpa kehadiranmu," tulis Ummu Fahad dikutip Jumat (16/4/2021).
Dalam tulisannya, Ummu Fahad berdoa agar Allah SWT menyampaikan rasa rindu kepada sang suami.
Baca juga: Pesan Kapolres Poso kepada Netizen soal Bocah Meninggal Misterius: Jangan Main Hakim di Media Sosial
Baca juga: Taman Hutan Raya di Sigi: Dulu Jadi Wisata Favorit, Sekarang Terbengkalai
Baca juga: Tunjangan TNI AU Bisa Tembus Rp 37 Juta, Berikut Rinciannya Mulai dari Golongan I hingga IV
Ummu Fahad mengaku rindu momen-momen bersama Syekh Ali Jaber di bulan Ramadhan, seperti tawa dan suaranya, serta kebersamaan di waktu berbuka puasa.
"Ya allah berikan kabar kepada dia betapa saya rindu kepadanya, rindu dengan senyumanya dan suaranya di tengah berbuka puasa bersama," tulis Ummu Farhad.
Di akhir curhatnya, Ummu Farhad menyelipkan doa agar Syekh Ali Jaber selalu diberikan ramhat Allah SWT.
"Ya Allah berikan RahmatMu kepadanya jauhkan dia dari siksaan api neraka," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/syekh-ali-jaber888.jpg)