Breaking News:

Puasa Ramadhan 2021

Kapan Seseorang Dikatakan Musafir dan Diperbolehkan Berbuka Puasa saat Perjalanan Jauh?

Silaturahmi merupakan suatu hal yang dianjurkan saat bulan Ramadan. Namun, kapan seseorang dikatakan musafir? Kapankah mereka harus membatalkan puasa?

Tribun Jabar
ILUSTRASI - Jarak minimal seseorang diperbolehkan tidak berpuasa saat melakukan perjalanan jauh. 

Kapan Seseorang Dikatakan Musafir dan Diperbolehkan Berbuka Puasa saat Perjalanan Jauh?

TRIBUNPALU.COM - Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dan dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan sholeh.

Selain berpuasa, menyambung silaturahmi kepada sanak saudara juga dianjurkan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada salat dan puasa?”

Sahabat menjawab,

“Tentu saja!”

Rasulullah pun kemudian menjelaskan,

“Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal saleh yang besar pahalanya.

Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan.” (HR. Bukhari-Muslim).

ILUSTRASI - Bersilaturahmi saat momentum mudik lebaran
ILUSTRASI - Bersilaturahmi saat momentum mudik lebaran (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Baca juga: Apakah Tes Swab dan Rapid di Bulan Ramadhan Bisa Membatalkan Puasa?

Baca juga: Resep Mudah Menu Buka Puasa Ramadhan 2021: Roti Kukus Kacang Coklat dan Ice Red Sparkling

Baca juga: Bacaan Doa Buka Puasa dan Niat Puasa Ramadhan Lengkap, Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Halaman
1234
Penulis: Rahman Hakim
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved