Puasa Ramadhan 2021

Apakah Tes Swab dan Rapid di Bulan Ramadhan Bisa Membatalkan Puasa?

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menghalalkan proses vaksinasi yang dilakukan di siang hari saat bulan Ramadhan. Lalu bagaimana dengan hukum swab?

thejournalofmhealth.com
ILUSTRASI - Hukum melakukan tes swab dan rapid saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 

TRIBUNPALU.COM - Swab dan Rapid tes merupakan salah satu langkah pemerintah untuk meminimalisir penularan Covid-19 di Indonesia.

Namun beberapa masyarakat justru masih mempertanyakan terkait kehalalan swab dan rapid test.

Di lain hal, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menghalalkan proses vaksinasi yang dilakukan di siang hari saat bulan Ramadhan.

Jika vaksinasi diperbolehkan saat menjalankan puasa, bagaimana dengan hukum melakukan swab dan rapid test?

Baca juga: Bacaan Doa Buka Puasa dan Niat Puasa Ramadhan Lengkap, Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Baca juga: Ketahui Hal ini Sebelum Kamu Berolahraga Usai Sahur di Bulan Ramadhan

Baca juga: Apakah Puasa Batal jika Lupa Baca Niat Puasa Ramadhan? Begini Penjelasan Ustaz

ILUSTRASI - Petugasmedis sedang melakukan swab test kepada warga
ILUSTRASI - Petugasmedis sedang melakukan swab test kepada warga (Sky News)

Menganggapi hal tersebut, salah satu mubaligh fikih, Ustaz Tajul Muluk angkat bicara dalam program Tanya Ustaz yang tayang di kanal YouTube Tribunnews.com.

Saat ditanya oleh pemandu acara, Firda Ananda terkait pertanyaan kehalalan swab dan rapid test saat berpuasa Ramadhan, Ustaz Tajul menjawabnya dengan beberapa sudut pandang.

Baginya swab test tidak membatalkan puasa jika hanya memasukkan alatnya saja ke pangkal hidung.

Namun akan membatalkan jika meninggalkan sesuatu didalamnya.

Baca juga: Hukum Berpacaran di Tengah Bulan Suci Ramadhan, Apa Membatalkan Puasa?

Baca juga: Jalani Ramadhan Pertama Tanpa Syekh Ali Jaber, Istri: Suaranya Mengelilingi Benakku

Baca juga: Bolehkah Mandi di Siang Hari saat Sedang Berpuasa di Bulan Ramadhan ? Ini Penjelasan Ustaz

"Kalau yang kita ketahui itu kan memasukkan alat ke dalam hidung, dan mengambil lendirnya.

Nah seperti itu tidak membatalkan puasa.

Karena tidak meninggalkan appaun didalamnya," ujarnya saat menjawab pertanyaan tersebut.

Ustaz Tajul mengatakan jika hal ini bisa disamakan dengan orang yang sedang berkumur saat berpuasa, dan memasukkan air ke dalam hidung.

Baca juga: Bagaimana agar Puasa Ramadhan Dapat Diterima oleh Allah SWT? Perhatikan 5 Hal Berikut

Baca juga: Hal-hal yang Dapat Membatalkan Puasa Ramadhan serta Penjelasan Lengkapnya, Muntah hingga soal Niat

Baca juga: 5 Hal yang Harus Dihindari saat Memasak Bayam untuk Berbuka Puasa Ramadhan

Ilustrasi - Personel Polsel Ampana Tete melakukan rapid test, Senin (1/3/2021).
Ilustrasi - Personel Polsel Ampana Tete melakukan rapid test, Senin (1/3/2021). (Handover)

Rasulullah SAW bersabda:

“Bersungguh sungguhlah dalam beris¬tinsyaq (memasukkan air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah dari Laqith bin Shobroh)

Menurut hadis diatas, berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung saat berpuasa tidak diperbolehkan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved