Breaking News:

Bangkep Hari Ini

Derita Warga Desa Kalumbatan Bangkep Kesulitan Air Bersih: Sekalipun Ada Harus Menunggu Berjam-jam

Derita warga Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan kesulitan mendapatkan air bersih, Minggu (18/4/2021).

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Warga Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Bangkep menunggu berjam-jam untuk dapat air bersih, Minggu (18/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGKEP - Derita warga Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah kesulitan mendapatkan air bersih, Minggu (18/4/2021).

Padahal, air bersih sangat dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, apalagi di bulan suci Ramadan saat ini.

Di Desa Kalumbatan terdapat 10 dusun, 3 dusun diantaranya yakni dusun 8, 9, dan 10 bermukim di atas permukaan laut sehingga sulit mendapatkan akses air bersih.

Ketiga dusun itu dihuni 300 KK lebih, yang merupakan warga suku Bajo.

Pemerintah desa setempat telah menyediakan sarana dan prasarana air bersih, tapi tidak mengalir normal.

Akibatnya, warga harus menunggu berjam-jam hanya untuk mengisi ember atau jeriken penuh.

Baca juga: Beli Takjil di Lokasi Ini Bebas dari Kemacetan

Baca juga: Patroli di Tempat Rawan Gangguan Kamtibmas, Polsek Una-una Ingatkan Warga Waspada

Baca juga: Lirik & Cerita di Balik Lagu Anak Something New Karya Terbaru Ardhito Pramono

Untuk bisa cepat, mereka harus mengambil air di daratan dengan mengangkut puluhan jeriken menggunakan perahu.

Tanpa perahu bisa, hanya saja risiko keselamatan terancam karena mereka harus melewati jalan kayu lapuk, dan berlubang.

Kepala Dusun 9, Mardi Muda menjelaskan, debit air dari slang yang mengalir sangat kecil sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tidak terpenuhi.

"Airnya mengalir sangat kecil, hanya menetes saja," kata dia kepada TribunPalu.com, Minggu (18/4/2021).

Untuk memenuhi kebutuhan air apalagi bulan suci Ramadan ini, warga harus mengambil air di daratan yang mengalir normal, tetapi harus menempuh jarak hampir 300 meter menggunakan perahu.

"Bisa lewat jalan kayu, tapi harus hati-hati karena jalannya sudah rusak," ungkap Mardi.

Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun, olehnya itu Mardi sangat mengharapkan perhatian pemerintah daerah Kabupaten Bangkep agar memperhatikan nasib masyarakat Desa Kalumbatan yang sangat kesulitan air bersih. (*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved