Breaking News:

Baznas Sulteng Ajak Masyarakat Berzakat di Lembaga Resmi Pemerintah

Pemerintah Daerah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Tengah menekankan pembayaran zakat dilakukan kepada lembaga resmi pemerintah.

Handover
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Tengah Dahlia Syuaib saat menjadi narasumber di program Tribun Motesa-tesa. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Daerah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Tengah menekankan pembayaran zakat dilakukan kepada lembaga resmi pemerintah.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Tengah Prof Dr Hj Dahlia Syuaib SH MH mengungkapkan, aturan zakat di lembaga pemerintah non struktural ini memiliki aturan dalam pengelolaan zakat.

Ia mengatakan, Zakat itu umumnya masih jalan dari Aparatur Sipil Negeri (ASN) di lingkungan Pemerintah Sulawesi Tengah.

Hal tersebut sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) tahun 2012 nomor 7 dan diubah menjadi surat edaran (SE) tahun 2019.

"Jadi atas dasar itulah kami pakai untuk melakukan pengumpulan zakat dari ASN, tapi ada juga orang per orang," ungkap Prof Dahlia Sabtu (24/4/2021).

Baca juga: Awak KRI Nanggala Diyakini Lakukan Prosedur Penghematan Oksigen, Kadispenal: Caranya dengan Tidur

Baca juga: Seperti Punya Firasat, Balita Ini Kunci Sang Ayah di Kamar Sebelum Bertugas di KRI Nanggala-402

Baca juga: Oksigen di KRI Nanggala-402 Diprediksi Habis, Beredar Foto-foto dan Daftar Nama Para Awak

Dahlia menjabarkan, Zakat dalam Baznas dikelola dengan profesional dan amanah serta diberikan sesuai aturan.

Berikut Zakat disalurkan kepada 8 Asnaf diantaranya:

1.Fakir; Mereka tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
2.Miskin; Mereka memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.
3.Amil; Mereka mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
4.Mu'allaf; Mereka baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.
5.Hamba sahaya; Budak ingin memerdekakan dirinya.
6.Gharimin; Mereka berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
7.Fisabilillah; Mereka berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.
8.Ibnus Sabil; Mereka kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

Dirinya mewanti-wanti kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menyalurkan zakatnya.

Halaman
12
Penulis: Moh Salam
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved