Saling Menguatkan, Istri Dansatsel Koarmada II Kunjungi Istri-istri Awak KRI Nanggala-402

Istri Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Komando Armada II di KRI Nanggala-402 Kolonel Laut Harry Setiawan, mendatangi satu persatu rumah anggota

KOMPAS.ID/ RUNIK SRI ASTUTI
Istri Dansatsel Kolonel Harry Setiawan, Winny Widayanti mengunjungi satu persatu istri awak KRI Nanggala-402 untuk menguatkan keluarga. 

Sejak Agustus 1958, Indonesia sudah mengirimkan orang-orang terbaiknya, 110 personel, untuk belajar mengenai kapal selam hingga ke Eropa Timur.

Tugas kapal selam memang jauh dari publikasi, serta jarang terlihat oleh kawan maupun lawan. 

Selama beroperasi di Indonesia, banyak kapal selam yang ditugaskan dalam operasi senyap.

Para personil yang bertugas juga harus senyap dan penuh dedikasi yang tinggi. 

Mereka personel ditempa untuk bertanggung jawab dalam misi tugasnya, dan menjung-jung tinggi kehormatan prajurit.

Bahkan, mereka tak mengenal menyerah hingga di titik akhir sekalipun dalam mengemban tugas.

Mereka bukan pengecut yang mau meninggalkan temannya dalam pertempuran yang hanya untuk menyelamatkan diri masing-masing. Itulah salah satu jiwa kesatriaan prajurit TNI-AL.

Kode Etik Koarmada II

SAPTA MARGA

Kami Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Bersendikan Pancasila.

Kami Patriot Indonesia Pendukung Serta Pembela Ideologi Negara yang Bertanggung Jawab dan Tidak Mengenal Menyerah.

Kami Kesatria Indonesia yang Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa Serta Membela Kejujuran Kebenaran dan Keadilan.

Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia Adalah Bhayangkari Negara dan Bangsa Indonesia.

Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia Memegang Teguh Disiplin, Patuh dan Taat Kepada Pimpinan Serta Menjunjung Tinggi Sikap dan Kehormatan Prajurit.

Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia Mengutamakan Keperwiraan di Dalam Melaksanakan Tugas Serta Senantiasa Siap Sedia Berbakti Kepada Negara dan Bangsa.

Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia Setia dan Menepati Janji Serta Sumpah Prajurit.

SUMPAH PRAJURIT

Setia Kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia Yang Berdasarkan Pancasila Dan Undang-Undang Dasar 1945.

Tunduk Kepada Hukum Dan Memegang Teguh Disiplin Keprajuritan.

Taat Kepada Atasan Dengan Tidak Membantah Perintah Atau Putusan.

Menjalankan Segala Kewajiban Dengan Penuh Rasa Tanggung Jawab Kepada Tentara Dan Negara Republik Indonesia.

Memegang Segala Rahasia Tentara Sekeras-Kerasnya.

TRISILA TNI AL
1. Disiplin
2. Hirarki
3. Kehormatan Militer

Kapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. (KOMPAS/CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO)

Presiden Joko Widodo meminta pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 dilakukan dengan segala upaya. Prioritas utamanya adalah menyelamatkan 53 awak kapal.

'Saya perintahkan Panglima Tentara Nasional Indonesia, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Kepala Badan SAR Nasional, dan instansi lain untuk mengerahkan segala kekuatan."

”Prioritas utama adalah keselamatan 53 awak kapal,” ujarnya, dalam keterangan pers secara daring, Kamis (22/4/2021) sore, dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Misi pencarian sedang berlangsung dan bantuan dari Singapura dan negara sahabat lainnya sedang dalam perjalanan menuju titik yang diperkirakan menjadi lokasi tenggelamnya KRI.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudho Margono telah melaporkan kejadian ini kepada Presiden Jokowi. Panglima TNI dan KSAL pun memimpin langsung upaya pencarian di lapangan.

Kapal survei KRI Rigel dikerahkan juga dalam misi SAR ini.

Selain itu, TNI AL juga mengerahkan KRI Pulau Rengat, KRI Raden Eddy Martadinata, KRI I Gusti Ngurah Rai, dan KRI Diponegoro dengan menggunakan sonar aktif di sekitar lokasi penyelaman KRI Nanggala-402.

Beberapa helikopter juga dikerahkan untuk melakukan pencarian dari udara. Sedikitnya 400 personel diterjunkan dalam pencarian.

Lebih jauh, Presiden Jokowi juga menyatakan memahami betul perasaan keluarga awak kapal.

”Sekali lagi, pemerintah akan terus mengupayakan yang terbaik untuk menyelamatkan semua awak kapal,” katanya.

Presiden juga mengajak seluruh masyarakat mendoakan supaya upaya pencarian dan penyelamatan lancar.

Tak hanya itu, diharapkan KRI Nanggala bisa ditemukan dan seluruh awak benar-benar selamat.

KRI Nanggala semula ikut dalam skenario latihan penembakan rudal di Laut Bali.

Latihan ini, menurut rencana, dihadiri Panglima TNI dan KSAL dan digelar Kamis ini.

KRI Nanggala diduga tenggelam saat sedang geladi resik untuk latihan penembakan rudal. Hilang kontak dan tidak bisa dihubungi sekitar pukul 03.00, Rabu hingga saat ini, Sabtu.

Butuh waktu

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono mengatakan sampai saat ini Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) kapal selam KRI Nanggala 402 yang belum ditemukan.

Julius mengatakan saat ini Tim SAR hanya butuh waktu untuk menemukan titik keberadaan kapal selam yang hilang kontak saat latihan di Perairan Bali sejak Rabu (21/4/2021) tersebut.

Ia juga mengatakan saat ini tim SAR baik dari TNI maupun instansi lain sudah mengerahkan seluruh peralatan dan kemampuan yang ada.

"Untuk kesulitan teknis, dalam hal ini menemukan titik kapal selam itu belum ada, hanya semua peralatan sudah kita gerakkan termasuk bantuan dari Polri, Basarnas, dan unsur lain sudah kita kerahkan. Untuk menemukannya masih butuh waktu," kata Julius saat konferensi pers pada Jumat (23/4/2021).

Mayjen TNI Achmad Riad mengatakan sembilan titik tersebut termasuk titik lokasi tumpahan minyak dan titik ditemukannya daya magnet yang kuat.

Jarak antara satu titik dengan titik lainnya, kata Riad, sekira 10 nautical mile..Lokasi titik-titik tersebut, kata dia, berjarak sekitar 23 nautical mile atau 40 km dari Celukan Bawang.

"Sesuai dengan data yang kami terima sampai sore hari ini ada sembilan titik termasuk ada yang tumpahan maupun ada yang daya magnetnya sangat kuat. Jadi ada sembilan titik tersebar, jaraknya 23 nautical mile dari sini dan tersebar kurang lebih mungkin sekitar nautical mile luasannya. Itulah sedemikian banyak sehingga sekarang sudah ada pembagian," kata Riad.

(*/Tribun-Medan.com/ Kompas TV/ Kompas.Id )

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul SEBAGAI Istri Dansatsel Koarmada II, Widayanti Kunjungi Satu Persatu Istri Awak KRI Nanggala-402

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved