Kasus Kematian Covid-19 di Indonesia Alami Kestabilan selama Dua Bulan Terakhir
Koordinator tim pakar dan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan kasus kematian di Indonesia stabil.
TRIBUNPALU.COM - Koordinator tim pakar dan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan kasus kematian di Indonesia mengalami kestabilan.
Hal itu diungkapkannya saat konferensi pers yang disiarkan secara live oleh YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (27/4/2021).
Ia mengatakan, Indonesia berhasil mempertahankan angka kematian Covid-19 selama dua bulan terakhir, sejak awal Februari 2021.
"Kasus kematian di Indonesia akibat Covid-19 sebesar 2,7 persen, bertahan selama dua bulan terakhir sejak awal Februari 2021," ujar Prof Wiku.
Lebih lanjut, Prof Wiku membeberkan data kasus aktif sebanyak 6,1 persen dan kasus sembuh sekitar 91,2 persen.
Baca juga: 2 dari 135 WNI yang Baru Tiba dari India Positif Corona, Satgas Covid-19 Siapkan Kebijakan Khusus
Baca juga: Kengerian Tsunami Covid-19 di India, Krematorium Penuh hingga Tabung Oksigen Menipis
Dengan adanya kesembuhan yang mencapai angka tersebut, pemerintah berharap ini menjadi motivasi agar prosentase kematian semakin menurun.
"Semoga ini bisa menjadi motivasi kita bersama untuk menurunkan angka kematian di Indonesia," sambungnya.
Prof Wiku mengaku pihaknya mengalami kesulitan untuk menurunkan kasus kematian di Indonesia.
Hal ini dikarenakan penurunan angka kematian hanya terjadi bila setiap kasus positif baru bisa disembuhkan semua.
"Ini menjadi kesulitan kami. Jika ingin menurunkan kasus kematian, maka kasus positif Covid-19 harus bisa sembuh semua," ungkapnya dalam konferensi pers tersebut.
Prof Wiku juga menginformasikan lima provinsi di Indonesia yang menyumbangkan angka kematian tertinggi dalam satu pekan terakhir.
Baca juga: Puluhan Ribu Pekerja Migran Bakal Masuk Indonesia, Satgas Covid-19 Siapkan Aturan Khusus
Baca juga: Kasus Covid-19 Melandai, Satgas Ajak Warga Jaga Keberhasilan yang Telah Dicapai
Kelima provinsi itu antara lain Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur dan Sumatera Selatan.
"Kami akan menginformasikan 5 provinsi yang menduduki peringkat teratas angka kematian, yakni Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur dan Sumatera Selatan," ungkap Prof Wiku.
Sementara itu untuk minggu lalu, angka kematian tertinggi pada pekan sebelumnya diduduki oleh DKI Jakarta, Riau, Kalimantan Tengah, Banten dan Yogyakarta.
Kemudian untuk angka kesembuhan tertinggi diraih oleh Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Riau, Kepulauan Riau dan Kalimantan Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/wiku-wiku-wiku-adi.jpg)