Banggai Hari Ini

Tak Kantongi Izin IPAL Tapi Sudah Beroperasi, DPRD Banggai Minta PT Sals and Sons Hentikan Produksi

Komisi 2 DPRD Banggai mengusulkan produksi PT Sals and Sons di Desa Kayutanto, Kabupaten Banggai, agar dihentikan sementara.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/ASNAWI ZIKRI
Rapat dengar pendapat terkait limbah PT Salas and Sons di kantor DPRD Banggai, Rabu (28/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Komisi 2 DPRD Banggai mengusulkan produksi PT Sals and Sons di Desa Kayutanto, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah agar dihentikan sementara.

Itu disampaikan anggota Komisi 2 Saripudin Tjajo saat rapat dengar pendapat bersama perwakilan perusahaan dan OPD terkait, Rabu (28/4/2021) siang.

Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa tersebut dinilai sudah melanggar UU tentang lingkungan karena sejak beroperasi Juli 2019 lalu sampai sekarang belum memiliki izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Ini sama sekali tidak ada izin tapi sudah beraktivitas, parahnya lagi aktivitasnya merusak lingkungan. Ini sama saja melecehkan daerah," tegas Saripudin.

Baca juga: Belajar tatap Muka 3 Mei 2021: Dinas Dikbud Palu Sanksi Guru yang Belum Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Ali Kalora Cs Sulit Dibasmi, Akademisi Untad: Kekuatan Militer Saja Tak Cukup Menumpas MIT Poso

Baca juga: Reshuffle Kabinet Kabarnya akan Digelar Hari Ini, Mensesneg Ungkap Nasib Moeldoko

Dia menegaskan, tidak ada tawar menawar untuk perusahaan, harus dihentikan aktivitasnya setelah rapat ini ditutup.

"Dan dalam waktu dekat, kami akan turun lapangan untuk mengkroscek," tegasnya.

Anggota Komisi 2 lainnya, Ibrahim Darise mencurigai ada permainan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banggai, sebab sudah lama perusahaan beroperasi namun tidak ada sikap tegas.

"Kok hanya teguran, tidak ada langkah lain. Masalahnya belum memnuhi syarat-syarat pengelolaan lingkungan," kata dia.

Kalau belum ada izin lingkungan namun tetap beroperasi lanjit dia, maka jelas melanggar UU 32 tahun 2019.

"Dan ini bukan hanya tanggungjawab perusahaan tapi DLH juga karena sengaja membiarkan perusahaan beroperasi tanpa iizn," tegas Ibrahim.

Baca juga: Bocoran Mahar Fantastis Pernikahan UAS dan Fatimah, Bisa Dipakai Beli Mobil

Baca juga: Ikatan Cinta Rabu 28 April 2021: Aldebaran Kritis, Mama Sarah Ketahui Kebohongan Elsa dengan Riki

Sikap tegas anggota parlemen ini karena mendengar langsung peryertaan dari pihak DLH Banggai, Rahmayati Ibrahim.

Dalam rapat itu, Rahmayati menyatakam, pihaknya telah menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan melakukan verifikasi lapangan.

Bahkan, sudah 2 kali DLH memberikan teguran tapi perusahaan belum bersikap.

HSE PT Sals and Sons, Denthan, tidak bisa berkata banyak.

Dia membenarkan bahwa perusahaan belum memiliki izin, dan masih dalam proses ke kementerian.

"Mungkin Mei atau Juni akan diproses," kata dia.

Kata dia, instalasi pengolahan limbah cair sudah ada, dan sudah diperiksa selama dua semester, hasilnya memenuhi syarat. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved