Breaking News:

Webinar OJK Sulteng

Kembangkan Ekonomi Syariah di Sulteng, OJK Gandeng Pondok Pesantren

Pondok pesantren, kata dia, menjadi kekuatan penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. 

Penulis: Faiz Sengka | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/FANDY
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah Gamal Abdul Kahar 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah Gamal Abdul Kahar menilai Pondok Pesantren punya peranan penting untuk mengembangkan sistem ekonomi syariah

Hal ini diutarakannya dalam seminar bertajuk "Edukasi Keuangan Syariah" di Hotel Santika Jl Moh Hatta, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Kamis (29/4/2021). 

Kegiatan itu berlangsung secara virtual melalui aplikasi Zoom.

Menurut Gamal, kemiskinan hingga kini masih menjadi masalah hampir di seluruh wilayah, termasuk Sulawesi Tengah

Pondok Pesantren, kata dia, menjadi kekuatan penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. 

"Kementerian Agama mencatat saat ini ada 28.518 pondok pesantren. Keberadaan pesantren penting dalam melakukan pendampingan untuk mendorong perekonomian masyarakat," kata Gamal, Kamis (29/4/2021). 

Baca juga: OJK Sulteng: Ramadan Jadi Momen Tumbuhnya Industri Keuangan Syariah

Baca juga: Gebyar Safari Ramadan OJK, Bank Sulteng Beri Bantuan Rp 28 Juta ke Panti Asuhan dan Jompo

Saat ini, OJK memprioritaskan penuntasan kemiskinan melalui instrumen keuangan syariah

OJK Sulteng telah menempatkan peran penting Pondok Pesantren dalam pengembangan ekonomi syariah.

Ekonomi dan keuangan syariah berbasis Pondok Pesantren dapat mengurangi ketimpangan dan mengentaskan kemiskinan.

"Sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, pesantren punya potensi besar. Dengan menggandeng pesantren, kami harap informasi tentang layanan keuangan syariah ini dapat dipahami semua kalangan masyarakat," jelas Gamal.

(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved