Rabu, 29 April 2026

Pemerintah Tetapkan KKB Papua Sebagai Kelompok Teroris

Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua merupakan tindakan terorisme.

Kompas.com/Kristian Erdianto
FOTO ILUSTRASI: Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua merupakan tindakan terorisme. 

Pemerintah Tetapkan KKB Papua Sebagai Kelompok Teroris

TRIBUNPALU.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua merupakan tindakan terorisme.

Hal itu diungkapkannya saat konferensi pers yang digelar pada Kamis (29/4/2021).

"Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris," ujar Mahfud MD melaui tayangan YouTube Kemenko Polhukam.

Ia mengatakan hal ini sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU.

Lebih lanjut dalam keterangan persnya, Mahfud MD mengatakan teroris ialah mereka yang telah merencanakan dan mengorganisasikan serta menggerakkan terorisme.

Baca juga: 70 Anggota KKB Pimpinan Lekagak Baku Tembak dengan Satgas Nemangkawi, Aparat Berhasil Pukul Mundur

Baca juga: Moeldoko Ungkap Karakter Aneh KKB Papua: Memunculkan Rasa Takut Berlebihan Bagi Masyarakat

Ilustrasi - Prajurit TNI tengah berkonsentrasi saat melakukan pengintaian di Kampung Jalai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua.
Ilustrasi - Prajurit TNI tengah berkonsentrasi saat melakukan pengintaian di Kampung Jalai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua. (handover)

Sementara itu, terorisme ialah aksi kekerasan yang melibatkan kerusakan dan menimbulkan korban jiwa.

"Yang dapat menimbulkan korban secara massal atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis terhadap lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, dan keamanan," sambungnya.

Lebih lanjut, Mahfud MD mengakui telah menerima dukungan dari berbagai pihak terkait hal tersebut.

Tak sedikit tokoh masyarakat, pemuka agama, tokoh adat, pemerintah daerah dan DPRD Papua yang sudah mendatangi kantor Kemenko Polhukam.

Baca juga: Pemerintah RI Habis Kesabaran, KKB Papua Akhirnya Ditetapkan Sebagai Teroris, TNI-Polri Siap Gempur

Baca juga: KKB Tak Diberi Ampun Lagi, 400 Prajurit TNI Berjuluk Pasukan Setan Dikirim ke Papua

"(Mereka memberikan) dukungan kepada Pemerintah Indonesia untuk melakukan tindakan yang diperlukan guna menangani tindak kekerasan yang muncul belakangan ini di Papua," kata dia.

Seperti yang sudah diketahui bersama, penyerangan KKB Papua telah memakan banyak korban.

Tak hanya masyarakat sipil biasa, Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha bahkan turut tewas karena ulah KKB Papua.

Kapolri Berikan Gelar Anumerta untuk Bharada I Komang Wiranata yang Gugur oleh KKB Papua

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan memberikan gelar anumarta kepada Bharada I Komang Wiranata.

Hal itu disampaikan saat konfersensi pers yang tayang di YouTube Kompas TV, Rabu (28/4/2021).

"Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan kenaikan pangkat luar biasa dengan gelar anumerta kepada Bharada I Komang Wiranata," ujarnya dalam konferensi pers tersebut.

Baca juga: Kekerasan di Papua Makin Masif, Pemerintah Tetapkan KKB Sebagai Organisasi Teroris

Baca juga: KKB Tak Diberi Ampun Lagi, 400 Prajurit TNI Berjuluk Pasukan Setan Dikirim ke Papua

Tak hanya Komang, dua anggota Polri juga ikut ditembak oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua.

Mereka ialah Ipda Anton Tonapa dan Bripka Muhammad Syarifudin.

"Dari kejadian tersebut juga ada personil Polri, Ipda Anton Tonapa dan Bripka Muhammad Syarifudin," sambungnya.

Dalam keterangan persnya, Polri juga akan memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa dan berhak mengikuti pendidikan prioritas bagi keduanya.

"Kami memebrikan reward kepada mereka, kenaikan pangkat luar biasa dan kesempatan mengikuti prioritas pendidikan," ungkap Sigit.

Hingga saat ini, Ipda Anton dan Bripka Syarifudin masih dalam perawatan di Rumah Sakit.

Seorang anggota Brimob, Bharada I Komang tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Ilaga, Kabupaten Puncak, Selasa (27/4/2021) siang.
Seorang anggota Brimob, Bharada I Komang tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Ilaga, Kabupaten Puncak, Selasa (27/4/2021) siang. (Handover)

Baca juga: Jokowi Instruksikan TNI-Polri Serbu KKB Papua, Nyali OPM Seketika Ciut hingga Minta Berunding

Baca juga: Surat OPM Usai Jokowi Instruksikan TNI-Polri Serbu KKB Papua: Mari Berunding

Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan korban dari kelompok yang dulunya bernama KKB Papua ini bukan hanya menyerang TNI dan Polri saja, tetapi juga warga sipil seperti guru, murid, pendeta dan sebagainya.

Oleh karena itu, Jenderal Sigit meminta kepada seluruh polisi yang menangani kasus tersebut untuk tetap terus bersemangat dalam melindungi masyarakat di Papua.

"Saya memberi motivasi kepada seluruh anggota yang ada di Papua untuk terus bersemangat," bebernya.

Polri juga siap mendukung segala kebutuhan yang diperlukan oleh anggotanya dalam melakukan penegakan hukum di Indonesia.

"Kami siap mensupport apapun yang diperlukan dalam melakukan penegakan hukum tersebut," kata Jenderal Sigit.

Ia menegaskan seluruh anggota yang bertugas merupakan tanggungan institusi dan menjadi komitmen Polri untuk selalu memotivasi mereka.

"Anggota yang bertugas betul-betul menjadi tanggungan institusi, menjadi komitmen kami untuk mendorong dan motivasi," pungkasnya.

Baca juga: Kapolri Berikan Gelar Anumerta untuk Bharada I Komang Wiranata yang Gugur oleh KKB Papua

Baca juga: Kaget Munarman Ditangkap, Nahra Politisi PAN: Saya Pikir Densus 88 Mau Serbu KKB Papua

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menangkan KKB di Papua.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat menyampaikan dukacita gugurnya 53 awak KRI Nanggala-402 dan Kabida Papua, Senin (26/4/2021)

“Saya juga telah memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk terus mengejar dan menangkap seluruh anggota KKB,” tegas Presiden Jokowi yang dikutip dari laman Kompas Tv.

Jokowi menegaskan, tidak ada tempat bagi KKB di Indonesia, sehingga harus dituntaskan segera.

“Saya tegaskan tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata di tanah Papua maupun di seluruh pelosok tanah air,” pungkasnya.

(TribunPalu.com/Hakim)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved