Breaking News:

Palu Hari Ini

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Santunan Kematian Rp 469 Juta

Ketiga ahli waris tersebut Feby Ayu dengan jumlah santunan Rp 216 juta, ibu Sartika Rp 42 juta, dan Maylani Br Hotang dengan Rp 211 juta.

Handover
BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan santunan kematian sebanyak Rp 469 juta kepada 3 ahli waris, Sabtu (1/5/2021) sore. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan santunan kematian sebanyak Rp 469 juta kepada 3 ahli waris, Sabtu (1/5/2021) sore.

Ketiga ahli waris tersebut Feby Ayu dengan jumlah santunan Rp 216.000.000, ibu Sartika dengan jumlah santunan Rp 42.000.000, dan Maylani Br Hotang dengan jumlah santunan Rp 211.500.000.

Kepala BPJS Kota Palu Raden Harry Agung Cahya mengatakan, Pemberian santunan kematian tersebut dirangkaikan dalam kegiatan memperingati hari buruh internasional.

"Jadi pada kesempatan May Day BPJS Ketenagakerjaan Kota Palu memberikan secara simbolis santunan kematian dan beasiswa kepada peserta kami," ucapnya kepada TribunPalu.com, Minggu (2/5/2021) siang.

Raden Harry Agung Cahya menjelaskan, pemberian santunan tersebut merupakan hak keluarga korban peserta BPJS ketanagerjaaan yang mengalami kecelakaan saat bekerja.

"Jadi menurut regulasi undang-undang 24, 11 sampai terakhir itu turunan Kemnes Naker no 5 bahwa peserja jaminan ketenagakerjaan yang mengikuti semua program baik jaminan ketenagakerjaan, kematian ,hari tua, dana pensiun sama terakhir itu sesuai dengan omnibus law undang-undang cipta kerja kami ada santunan lagi," jelasnya.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Sate Maut di Bantul: Sasaran Sebenarnya Adalah Anggota Satreskrim Polresta Jogja

Baca juga: OJK Sulteng Sosialisasi Kebijakan Stimulus kepada Pelaku UMKM Terdampak Covid-19 di Parigi Moutong

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG, Senin 3 Mei: Sulteng Berpotensi Hujan Lebat & Angin Kencang

Lebih lanjut, Raden Harry Agung Cahya mengatakan, BPJS ketanagerjaaan dalam menjamin keluarga korban juga memberikan beasiswa hingga perguruan tinggi dengan maksimal dua anak.

Apabila buruh meninggal saat menjalankan pekerjaan bisa mendapatkan sampai 56 kali gajinya, jika meninggal di luar jam kerja dapat santunan Rp 42 juta.

"Ditambah kalau dia berkeluarga dan mimiliki anak, maksimal dua anaknya diberiakan santunan beasiswa dengan besarannya 174 juta untuk pendidiakan dari Paud sampai jenjang perkuliahan," tutur Raden Harry Agung Cahya

Raden Harry Agung Cahya menyebutkan, tidak ada persyaratan khusus untuk menerima santunan kematian bagi pihak keluarga korban ataupun mempersulit pihak keluarga dalam mengklaim santunan tersebut.

"Yang penting terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS ketanagerjaan dan syarat wajibnya adalah ia harus menjadi pekerja," terangnya. (*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved