KKB Papua
Polisi Ambil Resiko Ditembak Mati, Nekat Serang Markas KKB Tanpa Pasukan dan Senjata, Kenapa?
Dia nekat masuk ke markas KKB tanpa senjata. Tentu saja sikap AKBP Ferddyan Indra Fahmi itu berbahaya, karena dia bisa ditembak mati.
TRIBUNPALU.COM - Ada sejumlah peristiwa tak terduga di balik upaya pemerintah untuk menuntaskan masalah di Papua.
Sejak lama, kelompok separatis membuat kegaduhan di Papua.
Mereka menebar teror, melakukan penyerangan warga sipil, Tentara, dan Polisi.
Lalu banyak warga Papua yang menjadi anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Baca juga: 6 KKB Masih Aktif Teror Warga, Kapolda Papua Habis Kesabaran: Tangkap Hidup-hidup
Namun walau sempat menjadi musuh militer Indonesia, ada beberapa yang kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Alasannya pun beragam-ragam.
Seperti kisah berikut ini.
Dilansir dari palu.tribunnews.com pada Sabtu (1/5/2021), Kapolres Yapen AKBP Ferddyan Indra Fahmi sempat melakukan hal nekat.
Dia nekat masuk ke markas KKB tanpa senjata.
Baca juga: Cara Soeharto Taklukan KKB Papua, Pimpinan KKB Legendaris Menyerah Meski Punya 14.000 Pasukan
Tentu saja sikap AKBP Ferddyan Indra Fahmi itu berbahaya, karena dia bisa ditembak mati.
Tapi ternyata AKBP Ferddyan Indra Fahmi punya pikiran lain. Dia mau menghentikan konflik tanpa senjata.
Siapa yang sangka kehadiran Kapolres Yapen itu berhasil menarik perhatian anggota KKB.
Jadi, tidak ada pertumpahan darah karena sikapnya itu.
Bahkan kini AKBP Ferddyan Indra Fahmi dikenal sebagai penakluk hati KKB di Yapen.
Ini karena AKBP Ferddyan Indra Fahmi menggunakan cara bicara dari hati ke hati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/kkb-papua-1234.jpg)