Breaking News:

Palu Hari Ini

Ancaman Wali Kota Hadianto untuk ASN yang Nekat Mudik: Turunkan Pangkat

Wali Kota Hadianto Rasyid memberikan ancaman keras terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Palu  yang nekat mudik Idulfitri.

Handover
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Wali Kota Palu Hadianto Rasyid memberikan ancaman keras terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Palu  yang nekat mudik Idulfitri 2021.

Hadianto menegaskan, teguran tegas diberikan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

"Bagi ASN yang mudik adalah PP 53 ya mungkin yang paling mudah adalah teguran kalau sangsi lebih beratnya adalah turun pangkat," kata Hadianto.

Menurutnya, sangsi berupa pemberhentian tidak akan langsung diberikan karena harus mengikuti prosedur yang telah ditentukan.

"Tidak langsung diberhentikan, ada prosedur yang harus di ikuti," jelasnya.

Baca juga: Larangan Mudik di Palu Tak Berlaku Bagi Warga dari 3 Daerah Ini

Baca juga: Tekan Angka Penyebaran Covid-19 di Pasar, Perintah Hadianto Rasyid: Siapkan Posko di Sana

Baca juga: Terungkap! Pelaku Kasus Sate Sianida dan Target Pembunuhan Ternyata Sudah Menikah Siri

Sedangkan di tempat yang sama, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid secara tegas mengingatkan, jika terdapat ASN yang nekad mudik harus siap-siap untuk di lakukan penurunan pangkat.

"Jadi kalau ASN yang pulang bagi saya langsung turunkan pangkatnya Tidak pakai tegur, karna imbauan itu sudah merupakan teguran," jelas Hadianto Rasyid.

Menurutnya, ASN yang nekad mudik merupakan melanggar aturan yang telah disepakati dan termasuk dalam perlawanan kepada aturan.

"Jadi kalau itu di lawan berarti siap-siap turun pangkat, jadi tidak boleh pulang, tidak boleh mudik," tegas Hadianto Rasyid.

Baca juga: Terungkap! Pelaku Kasus Sate Sianida dan Target Pembunuhan Ternyata Sudah Menikah Siri

Baca juga: Resep Mudah Menu Buka Puasa Ramadhan 2021: Bolu Bakar Keju Oreo dan Teh Jahe Lemon

Namun ia menambahkan, larangan mudik itu tidak berlaku bagi wilayah Agromerasi boleh melakukan perjalanan.

Akan tetapi, masyarakat di luar tempat-tempat itu tak boleh sama sekali melakukan mudik

"Larangan ini berlaku untuk keluar dari Kota Palu pada tanggal 6 sampai tanggal 17 Mei ke daerah lain di luar daerah Aglomerasi, seperti Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong," tutur Hadianto Rasyid. (*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved