Breaking News:

Idulfitri 2021 di Sulteng

Baznas: Potensi Zakat di Sulteng Besar, Tapi Rendah Penerimaan

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Tengah Prof Dahlia Syuaib menegaskan bahwa zakat berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. 

handover
Ilustrasi warga membayar zakat fitrah 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Tengah Prof Dahlia Syuaib menegaskan bahwa zakat berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. 

Menurut Prof Dahlia, potensi zakat di Sulawesi Tengah mencapai angka Rp 1 triliun. 

"Potensi zakat di Sulawesi Tengah mencapai Rp 1 triliunan lebih, dari berbagai macam sumber. Mulai dari zakat tabungan, penghasilan, profesi, dagang dan lainnya. Ini potensi luar biasa," ujar Prof Dahlia, Selasa (4/5/2021). 

Akan tetapi, kata dia, penerimaan zakat di Sulawesi Tengah masih minim sehingga potensi tersebut belum bisa dimaksimalkan.

Prof Dahlia menuturkan, ada sejumlah sebab yang membuat penerimaan zakat di Sulawesi Tengah masih minim, seperti dari sisi edukasi dan literasi. 

"Ketidaktahuan masyarakat tentang zakat ini telah diungkap berdasarkan penelitian. Saya pernah mendapat pernyataan dari seseorang, bahwa beliau baru tahu zakat ini wajib. Ini kan aneh. Padahal zakat termasuk Rukun Islam, sejak SD sudah dihafal," ujarnya. 

Baca juga: Hasil Drawing Malaysia Open 2021: Marcus/Kevin Hadapi Tuan Rumah, Peluang Hafiz/Gloria ke Olympic?

Baca juga: Sanksi Tegas Gubernur untuk ASN Pemprov Sulteng yang Nekat Mudik

Baca juga: Dua Wanita asal Kampung Narkona Tatanga Dibekuk, Polisi Duga Bandar Besar Sabu

Kemudian, ia juga meyakini masih banyak di antara kaum muslimin belum mengerti cara menghitung zakat dan kepada siapa ia menyalurkannya. 

Di samping itu, kata Prof Dahlia, kebanyakan masyarakat belum mengetahui peran lembaga-lembaga pengelola zakat, seperti Baznas. 

Akibatnya, masyarakat lebih memilih mengeluarkan zakat langsung kepada mustahik (golongan penerima zakat). 

"Saat ini masyarakat lebih yakin menyalurkan zakat secara individual ketimbang ke lembaga, seolah-olah mereka tidak percaya," kata Prof Dahlia. 

Prof Dahlia mengaku pihaknya terus melakukan edukasi guna mendorong partisipasi masyarakat melalui Gerakan Cinta Zakat. 

"Zakat ini harus dibumikan, literasi perlu diperkuat. Karena memang hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan masyarakat belum paham tentang zakat," kata Prof Dahlia. (*) 

Penulis: fandy ahmat
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved