Breaking News:

Banggai Hari Ini

Banjir di Lobu Banggai Sudah Surut tapi Tanggul Terancam Jebol, Babinsa: Warga Masih Ketakutan

Meskipun sudah surut, namun korban banjir di enam desa di Kecamatan Lobu, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah masih ketakutan.

Handover
Warga dibantu prajurit TNI membersihkan sisa lumpur pasca-banjir di Kecamatan Lobu, Kabupaten Banggai, Kamis (6/5/2021) sore. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asanwi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI — Meskipun sudah surut, namun korban banjir di enam desa di Kecamatan Lobu, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah masih ketakutan.

Sebab selain arus sungai yang deras dan cuaca masih mendung hingga sore tadi, tanggul penahan banjir atau bronjong terancam jebol akibat tergerus arus sungai.

“Sekarang sudah surut, warga berangsur kembali ke rumah masing-masing dan mulai membersihkan sisa lumpur. Namun warga masih ketakutan karena tanggul penahan banjir terancam jebol. Kalau jembol, hanya hitungan detik saja rumah warga akan hancur,” ungkap Babinsa Koramil 1308-07/Pagimana, Kopda Jeki Ajabae, Kamis (6/5/2021).

Bila tanggul sepanjang 50 meter dan setinggi 1,8 meter itu jebol, maka yang sangat berdampak adalah sebanyak 30 KK yang tinggal di Dusun 2 Desa Uha Uhangon, Kecamatan Lobu.

“Kalau tanggul jebol, desa lainnya juga bisa hanyut. Makanya harus diantisipasi, apalagi antara bulan 6 dan 7 di desa tersebut sudah memasuki musim hujan,” tuturnya.

Baca juga: Chord dan Makna Lagu Stand Out Fit In ONE OK ROCK, Video Klipnya Usung Paduan Budaya Timur dan Barat

Baca juga: Pasar Murah Disperindag Palu Ditutup 8 Mei

Baca juga: Alasan Maskapai Garuda Tetap Beroperasi di Masa Larangan Mudik Idulfitri 2021

Kopda Jeki menambahkan, masyarakat sangat membutuhkan perhatian pemerintah daerah untuk menambah volume tanggul.

“Keinginan masyarakat itu adalah panjang tanggul harus 100 meter dan tingginya 3 meter lebih agar bisa menahan luapan air sungai,” paparnya.

Banjir yang merendam puluhan rumah warga kemarin sore (5/5/2021) itu, datang tiba-tiba karena tanggul tidak bisa lagi menahan luapan air sungai yang cukup deras.

“Banjir datang tiba-tiba, makanya saya evakuasi warga untuk secepatnya mengungsi ke keluarga mereka yang berada di ketinggian,” kata Kopda Jeki.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lobu hingga mengakibatkan enam desa terendam banjir, Rabu (5/5/2021) sore.

Keenam desa tersebut adalah Desa Bahingin, Balean, Uha Uhangon, Kadodi, Niubulan, dan Lobu.

Selain puluhan pemukiman warga, bangunan gereja dan satu unit alat berat exavator juga ikut terendam banjir hingga mencapai satu meter. (*)

Penulis: Asnawi Zikri
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved