Breaking News:

Babak Baru Kasus Debt Collector Bentak Tentara, Ketua Mata Elang Turun Tangan Datangi Kodam Jaya

Ketua Organisasi Mata Elang bakal turun tangan minta maaf ke Kodam Jaya terkait insiden tersebut, Senin (10/5/2021) siang.

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Aksi Serda Nurhadi Selamatkan Warga yang Sakit, Mobil yang Dibawanya Hampir Dirampas Debt Collector, Kodam Jaya Mengecam. 

TRIBUNPALU.COM - Insiden debt collector membentak anggota TNI di jalan raya memasuki babak baru.

Ketua Organisasi Mata Elang bakal turun tangan datangi Kodam Jaya untuk minta maaf terkait insiden tersebut, Senin (10/5/2021) siang.

Saat ini 11 debt collector memaksa merampas mobil saat anggota TNI mengantarkan warga sakit sudah ditangkap Polres Metro Jakarta Utara.

Debt collector ini diamankan pihak Polres Metro Jakarta Utara karena telah mengadang dan ingin merampas mobil saat dikemudikan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sersan Dua (Serda) Nurhadi ketika mengantar orang sakit di Jakarta Utara pada Kamis (6/5/2021).

Hal ini bermula ketika Serda Nurhadi yang berada di Kantor Kelurahan Semper Timur mendapat laporan dari anggota PPSU yang melihat ada kendaraan sedang dikerumuni oleh 10 orang sehingga menyebabkan kemacetan.

Baca juga: Lagi, Gadis Cantik Dibakar Hidup-hidup, Berawal dari Pertengkaran dengan Pacar

Baca juga: Kumpulan Ucapan Selamat Idul Fitri dalam Bahasa Jawa, Indonesia & Inggris, Cocok untuk Status Sosmed

Baca juga: Info Lowongan Kerja BUMN Perum Jasa Tirta I di Bulan Mei untuk Lulusan D4 hingga S1, Cek Syaratnya

Kemudian di dalam mobil tersebut, terdapat anak kecil dan seorang yang sakit, juga terdapat paman dan bibi pemilik mobil.

Lantas Serda Nurhadi berinisiatif mengambil alih kemudi mobil untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit melalui jalan Tol Koja Barat.

Namun dalam perjalanan, mobil tetap dikerumuni kelompok penagih utang tersebut.

Serda Nurhadi beralih membawa mobil tersebut ke Polres Metro Jakarta Utara karena melihat kondisi yang kurang bagus tersebut.

Namun demikian, Serda Nurhadi yang terpanggil untuk membantu warga sendiri tidak mengetahui kondisi mobil tersebut nunggak selama 8 bulan.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved