Breaking News:

Bangkep Hari Ini

Kas Daerah Bobol Rp 36,5 Miliar, Bupati Bangkep Diperiksa sebagai Saksi

Kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan daerah tahun anggaran 2019 itu, bahkan menyeret Bupati Bangkep Rais D Adam.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Polda Sulteng telah memeriksa sebanyak 44 saksi dalam kasus bobolnya APBD Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah sebesar Rp 36,5 miliar.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan daerah tahun anggaran 2019 itu, bahkan menyeret Bupati Bangkep Rais D Adam dan sejumlah pimpinan OPD sebagai saksi.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto mengaku, kasus ini sudah dalam tahap penyidikan.

"Penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulteng setidaknya telah melakukan pemeriksaan sebanyak 44 saksi, termasuk Bupati Banggai Kepulauan Rais D. Adam, beberapa pejabat Pemda dan pihak swasta guna mengetahui raibnya kas daerah sebesar Rp 36,5 miliar," ungkap Didik dalam rilis tertulis, Selasa (11/5/2021) siang.

Baca juga: Update Corona Sulteng, 11 Mei 2021: Tambahan 57 Kasus Baru, 22 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Baca juga: Kanwil Kemenkumham Sulteng Tingkatkan Pengawasan WNA saat Libur Lebaran

Baca juga: MIT Poso Serang Perkampungan, 2 Warga Dibunuh Secara Sadis

Dugaan kasus korupsi ini masuk tahap penyidikan sejak tanggal 12 Januari 2021 sebagaimana Surat Perintah Penyidikan nomor: SP.Sidik/07/I/2021/Ditreskrimsus.

Polisi juga sudah melakukan penyitaan berbagai dokumen dari beberapa OPD Lingkup Pemda Bangkep.

Mantan Wadir Reskrimum Polda Sulteng ini juga mengungkapkan, penyidik telah menemukan perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh Kepala BPKAD, PPKD sekaligus BUD yaitu berinisial AT.

Akan tetapi keberadaannya belum diketahui,  karena tidak pernah menghadiri panggilan penyidik.

Penyidik masih akan melakukan koordinasi dengan BPK RI, PPATK, Jaksa pada Kejati Sulteng dan melakukan pencarian terhadap AT, serta melakukan pemeriksaan tambahan saksi untuk mendukung penyidikan.

Penanganan dugaan kasus korupsi APBD Bangkep tahun 2019 ini terus dilakukan penyidik, dan diharapkan kepada AT untuk segera memenuhi panggilan penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulteng agar perkaranya menjadi lebih jelas dan tuntas. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved