Breaking News:

Idulfitri 2021 di Sulteng

Pedagang Daun Pisang dan Bambu Nasi Jaha Mulai Berjualan di Jl Miangas Palu

Pedagang musiman mulai menjajakan daun pisang dan bambu di Jl Miangas Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu, Selasa (11/4/2021) sore.

Penulis: Nur Saleha | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/NUR SALEHA
Pedagang musiman mulai menjajakan daun pisang dan bambu di Jl Miangas Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu, Selasa (11/4/2021) sore. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pedagang musiman mulai menjajakan daun pisang dan bambu di Jl Miangas Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu, Selasa (11/4/2021) sore.

Daun pisang ramai dibeli sebagai bahan pembuatan burasa khas Idulfitri, begitu juga dengan bambu sebagai bahan baku pembuatan makanan nasi jaha. 

Pedagang musiman itu memang rutin setiap tahun menjajakan dagangan mereka di Kota Palu.

Bahan yang mereka jual yaitu bahan persiapan masakan di hari raya nanti seperti bambu, daun ketupat, daun pisang, daun pangi, dan lainnya.

Harganya pun bermacam-macam, mulai dari seribu hingga Rp 25 ribu.

Baca juga: Dua Sopir Truk jadi Tersangka Kasus Penimbunan LPG Subsidi di Banggai

Baca juga: Istri Sapri Pantun Tak Terlihat di Pemakaman sang Suami, Eko Patrio Ungkap Kondisinya

Baca juga: Anwar Hafid Dijadwalkan Khatib di Masjid Raya Baiturrahim Palu

Mereka menjual di lahan kosong dengan beralaskan tikar dan tarpal sebagai atapnya di Jl Miangas, tepatnya di dekat jembatan gantung Nunu.

Salah seorang pedagang, Ida mengatakan dirinya telah berjualan dari tahun 2011setiap jelang hari raya Idulfitri dan Natal.

"Saya dari Palolo menjual di Palu sudah lama, dan saya dengan teman datang bajual naik taksi, kami carter itu taksi dengan harga 500 ribu," jelasnya.

Dia mengungkapkan selama belasan tahun menjadi pedagang musiman di Kota Palu ia telah berpindah-pindah tempat menjual.

"Sudah empat kali pindah ini tahun di jalan Miangas ini, tahun depan diberitahukan akan pindah lagi dekat jembatan gantung nunu itu," ungkap Ida.

Ida juga menambahkan penjualan pada masa pandemi menurun.

"Tahun kemarin lumayan tapi tidak seberapa sebelum pandemi, dan sekarang tidak tahu lagi berapa nanti untungnya apa banyak yang pulang kampung kayakanya tahun ini," pungkasnya (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved