Israel Panik Sistem Iron Dome Mulai Rapuh, 6.000 Roket Hamas Siap Teror Kota Tel Aviv
Kekhawatiran mulai terlihat di pihak Isrel ketika ribuan roket Hamas terus diluncurkan menggempur Kota Tel Aviv.
TRIBUNPALU.COM - Kekhawatiran mulai terlihat di pihak Isrel ketika ribuan roket Hamas terus diluncurkan menggempur Kota Tel Aviv.
Walaupun memiliki sistem keamanan udara bernama Iron Dome, nyatanya sejumlah kota di Israel tetap saja merasakan dampak serangan roket-roket Hamas.
Kini Israel mulai panik setelah sistem Iron Dome tersebut rapuh dan bisa jebol kapan saja.
Apalagi 6.000 roket Hamas kabarnya siap diluncurkan untuk membalas serangan Israel di Jalur Gaza.
Intelijen Israel menyatakan bahwa kekuatan roket Hamas tidak boleh dianggap remeh.
Setidaknya ada 5.000 hingga 6.000 roket di markas Hamas.
Berbagai versi roket cangih dapat menjangkau dan mengancurkan berbagai wilayah di Israel.
Tak hanya roket, Hamas juga memiliki ribuan mortir yang mampu mencapai pemukiman Israel di perbatasan Gaza.
Juru bicara Brigade al-Qassam Hamas, Abu Obeida mengatakan sayap bersenjata untuk pertama kalinya menembakkan roket ke arah Bandara Ramon di Israel.
Baca juga: Satgas Nemangkawi: 2 Anggota KKB yang Tewas Adalah Komandan Lesmin Waker dan Ajudannya
Baca juga: Mimpi Buruk Israel Hadapi 30 Ribu Prajurit Brigade Al Qassam, Alat Perang Canggih jadi Tak Berguna
Baca juga: Aksi Heroik Kopassus Selamatkan Bocah 15 Tahun dari Tentara Israel, Tank Zionis Dipukul Mundur
"Rudal Ayyash 250, dengan jangkauan lebih dari 250 km telah ditemakkan ke Bandara Ramon, sekitar 220 km dari Gaza," katanya, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (14/5/2021).
Ia telah memperingatkan Israel bahwa tidak ada garis merah jika Al-Aqsa dilanggar.
“Keputusan untuk mengebom Dimona, Tel Aviv dan kota-kota Israel lainnya lebih mudah bagi kami daripada air minum,” kata Abu Obeida.
"Kami meyakinkan orang-orang kami bahwa kami memiliki lebih banyak roket dalam inventaris kami, dan serangan rudal kami telah mengungkapkan kerapuhan musuh," sambungnya.
Saat Israel sedang mempersiapkan pasukan darat di timur Jalur Gaza, Obeida mengatakan tentara Israel akan sangat menyesal melakukan invasi darat.
"Senjata kami untuk tanah kami, untuk pertahanan rakyat kami dan kemenangan untuk kesucian kami," kata jurubicara militer itu.