Senin, 11 Mei 2026

Nekat Tolak Kebijakan Baru WhatsApp, Akun Tidak akan Terhapus Tapi Seperti Mati Suri?

Mulai tanggal 15 Mei 2021 kebijakan baru WhatsApp terkait privasi penggunanya akan mulai diberlakukan.

Tayang:
whatsapp.net
Aplikasi percakapan Whatsapp. 

TRIBUNPALU.COM - Mulai tanggal 15 Mei 2021 kebijakan baru WhatsApp terkait privasi penggunanya akan mulai diberlakukan.

Kebijakan baru WhatsApp sempat menimbulkan polemik karena muncul kekhawatiran bocornya informasi atau data para pengguna.

Pada akhirnya banyak pengguna yang mengaku tak setuju dan akan menolak kebijakan baru WhatsApp tersebut.

Tetapi beredar isu yang menyebut para pengguna WhatsApp yang menolak kebijakan baru akan secara otomatis dihapus akunnya.

Menanggapi isu ini, pihak WhatsApp menegaskan tidak akan ada akun yang dihapus.

Hanya saja, konsekuensi menolak kebijakan baru akan membuat akun WhatsApp menjadi seperti mati suri, apa maksudnya?

Dilansir dari Kompas.com, sebagaimana diketahui, belakangan WhatsApp telah meminta para penggunanya untuk menyetujui kebijakan privasi baru WhatsApp tersebut melalui pop up dan notifikasi yang muncul pada aplikasi pengguna.

Baca juga: Malam Jadi IRT, Siang Tangkap Penjahat, Kisah Iptu Santi Pembongkar Jaringan Sabu Rp 400 Miliar

Baca juga: Pegiat Sosmed Birgaldo Sinaga Wafat akibat Covid-19, Yunarto Wijaya Berduka: Saya Belajar dari Anda

Baca juga: Identifikasi Jenazah KKB Ada Anting dan Gelang Besi, Dipastikan Orang Kepercayaan Telenggen Tewas

Kebijakan privasi baru WhatsApp secara garis besar berkaitan dengan keperluan WhatsApp bisnis.

Setelah menerima banyak kritik dan kekhawatiran pengguna mengenai keamanan datanya, WhatsApp telah menegaskan bahwa kebijakan baru WhatsApp tidak memengaruhi privasi dan keamanan chat pribadi pengguna.

Selain itu, kebijakan privasi baru tidak memperluas kewenangan WhatsApp membagikan data pengguna dengan Facebook.

Lantas apa yang akan terjadi setelah 15 Mei 2021?

Terkait hal tersebut, melansir laman resmi WhatsApp, disampaikan bahwa WhatsApp tidak akan menghapus akun penggunanya.

“Tidak seorang pun yang akunnya akan dihapus atau kehilangan fungsionalitasnya WhatsApp pada 15 Mei karena pembaruan ini,” tulisnya.

Meski demikian, selama beberapa minggu, pengingat kepada para pengguna untuk menyetujui pembaruan akan selalu muncul sampai pengguna menyetujui.

Nantinya setelah beberapa minggu, secara bertahap pengguna WhatsApp yang tak juga menyetujui kebijakan privasi baru akan mendapati fungsionalitas WhatsApp menjadi terbatas.

“Ini tidak akan terjadi pada semua pengguna pada waktu yang sama,” tulisnya.

Adapun keterbatasan fungsionalitas yang akan dialami pengguna yang tak menyetujui pembaruan yakni:

• Pengguna tidak dapat mengakses daftar obrolan, tetapi masih bisa menjawab telepon masuk dan panggilan video

• Setelah beberapa minggu kemudian dari keterbatasan fungsionalitas itu, pengguna pada akhirnya juga tidak bisa menerima panggilan masuk atau mendapatkan pemberitahuan. WhatsApp akan berhenti mengirim pesan dan panggilan ke telepon pengguna.

Baca juga: Daftar Harga HP Samsung Terbaru Mei 2021 dan Spesifikasinya: Mulai Galaxy M12 hingga Galaxy A72

Baca juga: Debut Sirkuit KymiRing, Finlandia Gelar MotoGP 2021 Batal, GP Austria Gelar Dua Balapan

Baca juga: Pedagang Pasar Simpong Banggai Boleh Berjualan Lagi, Ini Syaratnya

WhatsApp dalam laman resminya memang menekankan tidak akan menghapus akun pengguna jika tidak menerima pembaruan.

Namun, pihaknya juga menyampaikan agar pengguna memperhatikan bahwa secara terpisah kebijakannya terkait pengguna yang tidak aktif akan berlaku.

Kebijakan terkait akun yang tidak aktif ini adalah mengenai ketentuan akan dihapuskannya akun WhatsApp yang tidak aktif selama 120 hari.

Ketidakaktifan berarti pengguna belum terhubung ke WhatsApp alias seperti mati suri.

Adapun akun yang telah dihapus maka hal tersebut tidak bisa dikembalikan.

WhatsApp memperingatkan, menghapus akun berarti menghapus riwayat pesan, menghapus pengguna dari semua grup WhatsApp-nya, serta menghapus cadangan WhatsApp.

“Jika Anda ingin menghapus akun Anda di Android , iPhone , atau KaiOS , kami harap Anda mempertimbangkannya kembali,” ujarnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved