Rabu, 6 Mei 2026

WNI di Jalur Gaza Ungkap Kehancuran Israel, Frustasi Hadapi Serangan Roket Hamas

Aksi solidaritas dari berbagai negara terus berdatangan menyusul kondisi di Palestina yang semakin tak kondusif.

Tayang:
Handover
Serangan roket Hamas hujani langit Israel. 

TRIBUNPALU.COM - Aksi solidaritas dari berbagai negara terus berdatangan menyusul kondisi di Palestina yang semakin tak kondusif. 

Para relawan mengungkap situasi menghkawatirkan yang terjadi setiap harinya di tengah konflik Palestina dan Israel.

Terbaru, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Jalur Gaza beri kesaksian kondisi di Palestina saat digempur militer Israel.

Muhammad Husein, salah satu WNI yang tinggal di Jalur Gaza, ia juga seorang aktivis kemanusiaan.

Husein mengungkapkan bagaimana kondisi terkini di Palestina.

Baca juga: Bella Hadid Dikecam Israel karena Bela Palestina, Soroti Aksi sang Model Ikut Unjuk Rasa: Memalukan

Baca juga: Keutamaan Puasa Syawal, Lengkap dengan Niat dan Tata Cara Puasa Syawal

Baca juga: Mengapa Lengan Terasa Nyeri dan Pegal seusai Disuntik Vaksin Covid-19? Berikut Penjelasan Ahli

Pasalnya, militer Israel tak bisa lagi membendung serangan militan Hamas dan sejumlah militan lain dari Gaza.

Roket-roket yang ditembakkan dari Gaza berhasil menembus Iron Dome, sistem pertahanan udara andalan Israel.

"Iron Dome hanya bisa menghalau roket kecil yang jangkauannya terbatas, sementara roket besar dan berhulu ledak tinggi berhasil menjangkau kota-kota Israel," katanya saat live via Youtube, Minggu (16/5/2021).

Lebanon luncurkan 3 roket rudal ke Israel bantu Palestina.
Lebanon luncurkan 3 roket rudal ke Israel bantu Palestina. (istimewa)

Husein menambahkan, Israel tambah frustasi karena tak bisa menemukan titik musuh mereka.

Akibatnya, warga sipil pun menjadi korban. Termasuk gedung-gedung pemerintah dan kantor media di Gaza tak luput dari serangan tentara zionis.

"Itu karena Israel tak menemukan taget hingga menyerang membabi buta," katanya.     

Husein menambahkan, Sabtu malam waktu setempat menjadi hari terparah serangan Israel ke Gaza.

"Malam ini adalah malam terpanas, terparah dan terbrutal sejak dimulainya serangan," katanya.

Berdasarkan laporan yang diterima Husein hingga Minggu (16/5/2021) siang, tercatat ada lebih dari 180 warga sipil Palestina yang terbunuh oleh serangan Israel.  

Pertama Kalinya Presiden AS Joe Biden Telepon Presiden Palestina

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved