500 Lebih Anggota Demokrat dan Tim Sukses Pilpres Desak Joe Biden Hukum Israel

Lebih dari 500 staf Partai Demokrat dan timses pemilihan presiden menuntut Joe Biden meminta Israel bertanggung jawab atas serangan di Gaza, Palestina

kompas.com
Joe Biden Presiden Amerika Serikat yang akan dilantik 20 Januari 2021. Lebih dari 500 staf Partai Demokrat dan timses pemilihan presiden menuntut Joe Biden meminta Israel bertanggung jawab atas serangan di Gaza, Palestina 

TRIBUNPALU.COM - Lebih dari 500 staf Partai Demokrat dan tim sukses pemilihan presiden menuntut Presiden AS, Joe Biden untuk meminta Israel bertanggung jawab atas serangan di Gaza, Palestina.

Dilansir The Guardian, surat terbuka yang ditandatangani lebih dari 500 orang dari Partai Demokrat ini menambah perpecahan di dalam partai naungan Biden.

Ada pihak pro dan kontra pada Israel dalam tubuh Demokrat.

Salah satu yang menyalahkan sikap pemerintah AS dan membela Palestina yakni Anggota DPR AS, Alexandra Ocasio-Cortez dan beberapa kader progresif.

Namun lebih banyak tokoh Demokrat, termasuk Biden, yang mengambil sikap pro Israel.

Baca juga: Israel Serang Masjid Al Aqsa saat Gencatan Senjata, Hamas Siaga dengan Roket Mematikan

Baca juga: Kisah Remaja Palestina Kehilangan Orangtua dan 4 Saudara Kandung saat Israel Serang Jalur Gaza

Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang gencatan senjata Israel-Hamas di Cross Hall Gedung Putih, di Washington, DC pada 20 Mei 2021.
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang gencatan senjata Israel-Hamas di Cross Hall Gedung Putih, di Washington, DC pada 20 Mei 2021. (Nicholas Kamm / AFP)

Biden mendapat tekanan seiring dengan pertempuran antara Gaza, Palestina dengan Israel belakangan ini.

Diketahui 230 lebih warga Palestina meninggal dunia dan puluhan bangunan di Gaza hancur karena serangan udara Israel.

Di sisi lain, sebanyak 12 warga Israel tewas.

Adapun surat terbuka untuk Biden menandai sikap publik AS yang lebih kritis terhadap Israel.

Orang-orang yang menandatangai surat itu menulis bahwa mereka "memuji upaya (Biden) untuk menengahi gencatan senjata."

"Namun, kami juga tidak dapat mengabaikan kekerasan mengerikan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir di Israel/Palestina."

"Kami mohon Anda terus menggunakan kekuatan untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakannya dan meletakkan dasar untuk keadilan dan perdamaian abadi," tertulis dalam surat itu.

Bahkan ada kalimat yang menggambarkan harapan tim Biden kepada presiden AS ini.

"Nilai-nilai yang sama yang memotivasi kami untuk bekerja berjam-jam untuk memenangkan Anda menuntut agar kami bersuara, kami sedih dengan foto-foto warga Palestina di Gaza yang terbunuh atau menjadi tunawisma oleh serangan udara Israel."

Seorang pria Palestina mengendarai kereta keledai di samping kantor televisi dan radio Al Aqsa yang dikelola Hamas yang hancur dalam serangan Israel di pusat Kota Gaza pada 29 Juli 2014. Setelah dua malam tanpa serangan udara, kekerasan kembali ke Gaza. langit semalam, dengan puluhan lebih orang Palestina tewas dan pesawat tempur Israel menghantam 60 sasaran, di antaranya adalah stasiun pembangkit listrik utama dan rumah seorang pejabat tinggi Hamas.
Seorang pria Palestina mengendarai kereta keledai di samping kantor televisi dan radio Al Aqsa yang dikelola Hamas yang hancur dalam serangan Israel di pusat Kota Gaza pada 29 Juli 2014. (MOHAMMED ABED / AFP)

Baca juga: Genjatan Senjata, Israel dan Hamas Palestina Saling Klaim Kemenangan

Baca juga: Mahathir Mohamad si Antisemit Tolak Atlet Israel di Malaysia: Anda Tak Dapat Rebut Tanah Orang Lain

Meski sama-sama mengutuk Israel dan Hamas, surat itu terkesan lebih menyalahkan Israel.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved