Breaking News:

MIT Poso

Cerita Akademisi Untad Ingin Menjemput Kelompok MIT Agar Menyerahkan Diri

kademisi Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad) Harun Nyak Itam Abu bercerita, bahwa dulu dirinya berniat menjemput kelompok MIT.

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Akademisi Fakultas Hukum Untad Harun Nyak Itam Abu 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Akademisi Fakultas Hukum Universitas Tadulako (Untad) Harun Nyak Itam Abu bercerita, bahwa dulu dirinya berniat menjemput kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) agar mau menyerahkan diri. 

Hal itu ingin ia lakukan karena merasa prihatin atas terus terulangnya aksi pembantaian oleh kelompok teroris pimpinan Ali Kalora tersebut. 

Diceritakan Harun, saat Santoso mantan pimpinan MIT masih hidup pada 2016, dirinya hendak menghadap Kapolda Sulawesi Tengah. 

Ia meminta agar aparat kepolisian memberikannya izin untuk mencoba membujuk Santoso Cs agar menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

"Saya meminta kesempatan seminggu masuk ke hutan atas perlindungan dari kepolisian. Tapi permintaan saya tidak dapat dipenuhi karena aparat mengatakan bahwa ini sudah menjadi kebijakan nasional," ujar Harun, Selasa (25/5/2021) siang.

Baca juga: Soal Selingkuh, Kenali Apa Itu Emotional Cheating dengan Micro-Cheating, Ini Bedanya

Baca juga: Pengetahuan Tentang Puasa Syawal, dari Waktu Pelaksanaan hingga Pahala Jika Melaksanakannya

Merasa keinginannya tidak dapat dipenuhi kepolisian, Harun kemudian menyampaikan keinginan itu kepada anggota DPR RI Supratman Andi Agtas. 

Namun Harun kembali menanggung kekecewaan karena DPR juga tidak dapat memenuhi keinginannya dengan alasan yang sama. 

"Saya gelisah dan bosan terhadap tindak pidana terorisme ini. Di sisi lain, keinginan saya untuk mengajak MIT agar menyerahkan diri mendapat penolakan karena bertentangan dengan kebijakan nasional," ungkapnya. 

"Kalau berbicara apa solusinya, maka sebenarnya itu salah satu solusi dari saya sebagai anak yang lahir dan besar di Sulawesi Tengah," ucap Harun. 

Belum lama ini, kelompok MIT kembali berulah dengan membunuh empat warga asal Toraja, Sulawesi Selatan di Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Selasa (11/5/2021). 

Aparat TNI-Polri dari Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya hingga kini terus melakukan pengejaran terhadap 9 anggota teroris paling dicari tersebut.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved