Jumat, 24 April 2026

Pemerintah Masih Gencarkan Program Vaksinasi Covid-19, Simak Tips Ini Agar Aman saat Divaksin

Hingga kini, proses vaksinasi di Indonesia masih terus berjalan. Sehingga diperlukan kehati-hatian saat berkerumun dengan banyak orang.

TribunPalu.com/Nur_Saleha
FOTO ILUSTRASI: Proses vaksinasi Covid-19 

Pemerintah Masih Gencarkan Program Vaksinasi Covid-19, Simak Tips Ini Agar Aman saat Divaksin

TRIBUNPALU.COM - Hingga kini, proses vaksinasi di Indonesia masih terus berjalan.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan di laman vaksin.kemenkes.go.id, sudah terdapat 10.486.399 warga Indonesia yang sudah mengikuti program vaksinasi dosis kedua.

Sementara itu masih terdapat 16.000.947 masyarakat yang baru divaksin dosis pertama.

Saat ini penyelenggaraan program itu bisa melalui sentra vaksinasi.

Jika Anda memilih mengikuti program vaksinasi, Anda perlu berhati-hati karena dalam program tersebut sudah pasti ramai akan orang-orang yang mengantre.

Lalu bagaimakah cara agar aman saat mengantre proses vaksinasi?

Berikut ini Tribun Palu rangkum dari laman Instagram satgascovid19.id.

Baca juga: Pidato di Global Health Summit, Jokowi Sebut Tidak Adanya Kesetaraan Vaksin Covid-19 di Dunia

Baca juga: Apa Itu Vaksin Covid-19? Kenali Manfaat hingga Efek Sampingnya

Illustrasi Vaksin Sinovac
Illustrasi Vaksin Sinovac (Kompas.com)

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah meminimalisir berbicara.

Jika terdapat sesuatu yang membutuhkan suara atau saat ditanya petugas, harap tidak bersuara dengan keras.

Suara yang kerasa atau teriak, bisa menimbulkan percikan air dari dalam mulut.

Selain itu, Anda harus siap sedia hand sanitizer untuk membersihkan tangan serta benda-benda bawaan anda seperti handphone dan sejenisnya.

Hal ini diperlukan untuk berjaga-jaga saat di tempat vaksinasi tidak ditemukan wastafel pencuci tangan.

Dalam unggahan Satgas Covid-19 tersebut juga mengimbau masyarakat untuk mengenakan pelindung wajah atau masker saat mengikuti program vaksinasi.

Lebih disarankan lagi menggunakan pelindung wajah ekstra, sehingga akan meminimalisir penularan Covid-19.

Masker yang dikenakan haruslah bersih dan steril dari kotoran ataupun kuman-kuman.

Baca juga: Apa Itu Vaksin Gotong Royong? Ini Cara Pendaftaran Vaksin Gotong Royong hingga Tarif Vaksinasi

Baca juga: Mengapa Lengan Terasa Nyeri dan Pegal seusai Disuntik Vaksin Covid-19? Berikut Penjelasan Ahli

Jika memiliki masker kain, gunakan masker kain 3 lapis yang dicuci dengan bersih secara berkala.

Namun jika menggunakan masker medis, harap untuk menggantinya setiap hari.

Sebab masker medis baik digunakan setiap satu kali pemakaian saja.

Risiko terinfeksi akan semakin tipis jika mengenakan masker atau pelindung wajah ekstra.

Prosentase terinfeksinya sekitar 6 persen jika mengenakan masker, dan 16 persen jika tidak mengenakan masker.

Yang terakhir ialah tetap menjaga jarak.

Jarak yang dianjurkan oleh Satgas Covid-19 adalah minimal 2 meter saat beraktivitas di luar rumah.

Baca juga: Mengapa Lengan Terasa Nyeri dan Pegal seusai Disuntik Vaksin Covid-19? Berikut Penjelasan Ahli

Baca juga: Sertifikat Vaksin Covid-19 Tak Bisa Jadi Syarat Perjalanan, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan

Akan lebih baik lagi jika menjaga jarak secara berkala dan saling mengingatkan orang-orang yang berada di sekitar tempat vaksinasi.

Vaksinasi merupakan program milik pemerintah yang ditujukan kepada masyarakat.

Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap kali meninjau secara ;angsung proses vaksinasi di beberapa daerah di Indonesia.

Jokowi berharap dengan adanya vaksinasi maasl bisa menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity.

"Dan kita harapkan dengan semakin banyaknya yang sudah di vaksin, nanti, akan terbentuk herd immunity, kekebalan komunal dan kita harapkan bisa menekan laju penularan covid yang ada di negara kita," ujarnya saat meninjau vaksinasi di Bogor, Jumat (19/3/2021).

Presiden Joko Widodo Minta Negara G20 Mendukung Kesetaraan Vaksinasi di Seluruh Dunia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta negara di kelompok G20 mendukung adanya kesetaraan vaksinasi untuk seluruh negara di dunia.

Hal ini disampaikannya saat berpidato di Global Summit 2021 yang diunggah ulang di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (21/5/2021).

Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga meminta dukungan untuk memproduksi vaksin bagi semua negara.

"Negara anggota G20 harus memberi dukungan kesetaraan akses vaksin dan produksi bagi semua negara," ujar Presiden Jokowi dalam pidatonya.

Baca juga: Hotman Paris Pamer Hasil Tes Serologi, Imunitas di Atas 250 Usai Vaksin, Kini Siap Bertarung Hukum

Baca juga: Rekap Capaian Vaksin Covid-19 di Sulteng, 9 Mei 2021: 100,8% Nakes Terima Vaksin Dosis Pertama

Illustrasi Vaksinasi COVID-19
Illustrasi Vaksinasi COVID-19 (freepik)

Ia juga membeberkan beberapa langkah nyata yang hars dilakukan untuk menangani vaksinasi di seluruh dunia.

Langkah pertama ialah mendorong dosis sharing melalui covac facility.

Kemudian, ia juga mendukung peningkatan produksi vaksin untuk memenuhi kebutuhan global guna membangun ketahanan kesehatan dunia.

"Langkah nyata dalam jangka pendek, kita harus mendorong lebih kuat dosis sharing.

Kemudian menengah ke panjang, kita harus memproduksi vaksin lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan global dan membangun ketahanan kesehatan," sambungnya.

Maka dari itu, peran teknologi dan investasi dalam memproduksi vaksin sangat dibutuhkan.

Baca juga: Ada 5,6 Juta Vaksin AstraZeneca, Menkes Minta Masyarakat Segera Ikuti Program Vaksinasi

Baca juga: Dokter yang Tolak Vaksin Covid-19 Meninggal Dunia karena Terinfeksi Virus Corona

Presiden Jokowi menengaskan, apabila isu jumlah vaksin yang diproduksi tidak segera ditangani, dikhawatirkan penyelesaian tantangan pandemi akan semakin lama.

"Saya khawatir kalau produksi dan distribusi vaksin tidak segera ditangani, penyelesaian segala masalah sata pandemi akan semakin lama," bebernya.

Saat ini, Indonesia menjadi co-sponsor TRIPS Waiver yang merupakan proposal pengajuan kepada organisasi perdagangan dunia atau WTO.

Sehingga Presiden Jokowi meminta, seluruh negara G20 menjadi bagian utama dalam membangun arsitektur kesehatan dunia.

"Indonesia mendukung adanya usulan TRIPS Waiver dan kami berharap negara-negata anggota G20 dapat memberikan dukungan yang sama," pungkasnya.

(TribunPalu.com/Hakim)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved