Breaking News:

Banggai Hari Ini

VIDEO: Perusahaan Hulu Migas JOB Tomori Sentuh Komunitas Adat Terpencil di Banggai

Perkampungan KAT Loinang dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat maupun roda dua, sekitar 3 jam dari kota Luwuk, ibukota Kabupaten Banggai.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Kehidupan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Loinang di Dusun Tombiobong, Desa Maleo Jaya, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, serba terbatas.

Selain jalan rusak, fasilitas pendidikan dan kesehatan belum memadai.

Perkampungan KAT Loinang dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat maupun roda dua, sekitar 3 jam dari kota Luwuk, ibukota Kabupaten Banggai.

Setibanya di Desa Maleo Jaya, hanya jenis kendaraan dobel cabin yang bisa tembus sampai ke sana, karena harus melintasi satu sungai besar berarus deras dan dua anak sungai.

Belum lagi jalan berbatu yang ditempuh sejauh 4 kilometer.

Sedangkan sepeda motor bisa melintasi jembatan gantung sepanjang 50 meter.

Baca juga: VIDEO: Warga Tondo dan Karyawan PT Utama Beton Divaksinasi Covid-19

Baca juga: Masjid Jami Baiturrahman Parimo Bakal Gelar Haul Ke-53 Guru Tua

Menurut warga setempat, saat musim hujan wilayah tersebut menjadi terisolir karena luapan air sungai yang menyebabkan jalan terputus.

Meski begitu, KAT Loinang tetap menjalani kehidupan sehari-hari dengan bergantung pada sumber daya alam yang ada di hutan seperti bercocok tanam, mencari rotan, dan berburu.

Keterbatasan inilah sehingga mendorong perusahaan hulu Migas JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) menggagas sejumlah program pemberdayaan masyarakat (community development) untuk KAT Loinang.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved