Breaking News:

Palu Hari Ini

Mengenal Musik Teku Teku Posintomu Nu Eo Ante Vula Suku Kaili Palu

Musik Teku-teku Posintomu Nu Eo Ante Vula menghibur tamu undangan acara pemerintah Kota Palu yang di gelar Halaman Kantor Wali Kota Palu.

Penulis: Alan Sahrir
Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/ALAN SAHRIR
Pemain musik Teku-teku Posintomu Nu Eo Ante Vula menghibur tamu undangan acara pemerintah Kota Palu yang di gelar Halaman Kantor Wali Kota Palu, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore Kota Palu Sulawesi Tengah, Selasa (8/6/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Musik Teku-teku Posintomu Nu Eo Ante Vula menghibur tamu undangan acara pemerintah Kota Palu yang di gelar Halaman Kantor Wali Kota Palu, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore Kota Palu Sulawesi Tengah, Selasa (8/6/2021) siang.

Dalam acara tersebut, Pemerintah Kabupaten Donggala menyerahkan empat aset kepada Pemerintah Kota Palu.

Bupati Donggala Kasman Lassa dan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyaksikan penampilan sanggar seni Teku Teku SMPN 15 Palu.

Dengan membawakan musik tradisional Teku Teku Posintomu Nu Eo Ante Vula (bunyi-bunyi) saat gerhana.

Garapan musik teku teku menggambarkan tradisi menyampaikan kabar terjadinya gerhana dengan membunyikan kentongan bambu (kudode).

Kentongan bambu di ketuk yang dipadukan dengan gimba (gendang) sampil bernyanyi keliling kampung yang kemudian di lanjutkan dengan alu secara bersama-sama sambil menyanyikan syair lagu teku teku.

Baca juga: Penyerahan 4 Aset Pemkab Donggala ke Pemkot Palu di Saksikan KPK

Baca juga: VIDEO: All New Raize Mejeng di Hasjrat Toyota Palu, Cek Harga dan Penawaran Menariknya

Ketika suasana semakin tegang karena gerhana belum juga berlalu.

Hingga proses ritual pun dilakukan dengan membaca mantra (no gane) dengan alunan lalove (suling) untuk memohon kepada sang penguasa khalik alam semesta agar gerhana segera berlalu.

Proses menimbulkan bunyi pada garapan musik teku teku di adaptasi dari ragam bunyi bambu dan bunyi lesung (nonju) yang kemudian dikembangkan kebeberapa alat musik tradisional.

Pola ritme yang dihasilkan dari gendang dalam garapan ini adalah pukulan kancara dan losa losa yang dikembangkan dan dipadukan dengan kakula serta kudode secara bergantian dalam mengiringi lagu teku teku secara dinamis dan atraktif. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved