Mengenal Apa Itu Founder, Istilah yang Akrab Didengar di Perusahaan Startup
Di era digitalisasi seperti saat ini, perusahaan startup mulai dikembangkan banyak orang. Mayoritas dari pendiri startup adalah anak muda.
TRIBUNPALU.COM - Di era digitalisasi seperti saat ini, perusahaan startup mulai dikembangkan banyak orang.
Mayoritas dari pendiri startup adalah anak muda yang ingin menciptakan inovasi yang berbeda.
Dalam dunia startup dikenal sebuah istilah yang disebut sebagai founder.
Biasanya founder adalah sang pemimpin dari perusahaan tersebut.
Lalu apa itu founder?
Berikut penjelasannya yang TribunPalu lansir dari laman Forbes.
Pengertian Founder
Founder menjadis sebuah konotasi dari kreativitas dan inovasi yang diikuti dnegan rasa tekat, kecerdasan yang orisinil dan keberanian.
Baca juga: Apa Itu Startup? Kenali Cara Kerja dan Tips Mendirikan Perusahaan Startup agar Sukses
Baca juga: Program Inkubasi Teknologi Startup di Palu 2021, Sudah Punya Tim? Segera Daftarkan Dirimu
Pada umumnya founder menciptakan sesuatu yang belum ditemui sebelumnya.
Dalam dunia bisnis, founder merupakan orang yang mendirikan sebuah perusahaan.
Mereka adalah orang yang mau mengambil risiko dan bayaran yang cukup untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Sebuah perusahaan yang didirikan oleh founder biasanya berkembang dari ide yang muncul dari seseorang.
Umumnya berasal dari satu atau dua orang yang memiliki ide sama, kemudian merekrut orang lain untuk membantu mengekseskusi ide tersebut.
Hal ini dikarenakan sebuah ide tidak akan memiliki makna jika tidak ada eksekusinya.
Tugas Founder
Dilansir dari laman Daily Social, Founder memiliki beberapa tugas penting untuk memajukan sebuah perusahaan.
1. Sebagai pengarah visi
Seorang founder harus memiliki gairah dan semangat juang yang tinggi untuuk memimpin.
Tak hanya itu, tugasnya juga menginspirasi dan memotivasi para karyawannya.
Hal ini dilakukan untuk menyatukan visi misi yang telah dibuatnya.
Membangung rasa percaya antara founder dan karyawan menjadi hal yang snagat penting untuk kemajuan perusahaan.
Baca juga: Drama Korea STARTUP Menjadi Inspirasi Program Inkubasi 2021
Baca juga: Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Untad Buka Jasa Pendaftaran SMMPTN
2. Sebagai informan yang baik
Orientasi sebuah perusahaan sudah pasti adalah penghasilan.
Namun keberadaan uang hasil dari penghasilan perushaan tersebut harus dijaga dengan baik.
CEO Foursquare Dennis Crowlet mengatakan, peran seorang informan sangat krusial.
Dari segala ilmu dan kemampuan yang dimiliki, yang terpenting adalah terbuka pada setiap investor.
3. Sebagai manajer keuangan
Menjalankan perusaan startup berarti juga harus bertindak sebagai manajer keuangan.
Sudah tentu memiliki tugas untuk mengelola pendapatan, investasi, biaya dan juga memikirkan persaingan antar perusahaan.
Hal ini dilakukan untuk mengembangkan bisnis agar tidka ketinggalan dengan perusahaan lain.
Baca juga: Tinjau Kawasan Ekonomi Khusus, Menteri Investasi Minta Mudahkan Investor Masuk KEK Palu
Baca juga: OJK Jaga Momentum Penyaluran Kredit untuk Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi
4. Sebagai marketing
Sebagai founder, maka tugas untuk menjual nilai perusahaan begitu penting.
Seorang fouder harus bisa mempercayakan produknya kepada orang lain.
Hal ini dilakukan dengan cara selalu memberikan nilai positif untuk membangun reputasi produk.
5. Sebagai perencana dan pembuat keputusan
Founder memiliki peranan penting dalam merencanakan visi dan misi perusahaan.
Strategi ini harus dilakukan dengan terbuka kepada siapapun yang memberi kritikan.
Terutama saat rencana tidak berjalan dengan lancar.
Selain itu founder juga harus bisa memutuskan mana yang baik dan buruk untuk perusahaan.
Jika semakin aktif pola pikir founder dalam mencari ide, maka akan semakin besar juga kemungkinan founder dalam membuat keputusan yang tepat.
Baca juga: Kepala BRIN Targetkan Ekonomi Jangka Panjang Bisa Lebih Baik Lewat Investasi dan Perkembangan IPTEK
Baca juga: Kembangkan Ekonomi Syariah di Sulteng, OJK Gandeng Pondok Pesantren
7. Sebagai pendengar yang baik
Foudner tak jarang juga akan menerima sebuah kritikan dari orang lain.
Bisa jadi dari investor atau karyawan.
Menurun Founder PayPal dan beberapa perusahaan teknologi lainnya, Elon Musk, sebaiknya founder harus mengambil sebanyak mungkin masukan yang membangun dirinya dan perusahaannya.
Tak jarang juga fouder harus menanyakan kesalahannya kepada karyawan.
Cara Kerja Startup
Pada umumnya, perusahaan startup bekerja seperti perusahaan biasanya.
Para karyawannya mengerjakan untuk membuat sebuah produk yang nantinya bisa dinikmati oleh pelanggan.
Baca juga: Peringati May Day, Hadianto Rasyid: Buruh Pilar Ekonomi Fundamental
Baca juga: Jadi Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia Ingin Tingkatkan Investasi Guna Ekonomi yang Lebih Baik
Namun yang membedakan startup dengan perusahaan lain ialah cara melakukannya.
Jika perusahaan umumnya menduplikasi apa yang sudha tercipta sebelumnya, maka startup berusaha menciptakan apa yang sebelumnya belum ada.
Misalnya dalam industri restoran, startup akan membuat perlengkapan makanan seperti Dinnerly yang memiliki kesamaan dengan restoran pada umumnya.
Tetapi startup bekerja bagaimana Dinnerly tersebut bisa memiliki kenyamanan yang lebih dari biasanya.
Startup juga didirikan untuk membuat ide dan mengembangkannya secara cepat.
Basis pelanggan di startup juga diperluas secara masif.
Hal ini bisa mmebantu pendiri startup untuk membangun target market semakin besar.
Sehingga pendapatan startup akan jauh lebih besar dari perusahaan pada umumnya jika dilakukan dengan serius.
Dalam perusahaan startup, dikenal istilah "exit", yaitu suatu keadaan dimana sebauh perusahaan menuai hasil yang besar saat membuka diri untuk investasi publik.
(TribunPalu.com/Hakim)