Apa Itu Self Gaslighting? Berikut Ciri-ciri dan Solusi untuk Mengatasinya

Gaslighting merupakan salah satu bentuk manipulasi emosional agar orang lain mempertanyaan pemikiran, perasaan, realita, bahkan kesehatan jiwanya.

Photo by Man Wong on Unsplash
ILustrasi wanita. Gaslighting merupakan salah satu bentuk manipulasi emosional agar orang lain mempertanyaan pemikiran, perasaan, realita, bahkan kesehatan jiwanya. 

TRIBUNPALU.COM - Mungkin akan ada di antara kita yang sudah pernah mendengar istilah gaslighting dalam hubungan.

Namun, gaslighting juga tidak terjadi pada hubungan dengan pasangan, lo.

Bahkan, gaslighting juga bisa terjadi pada diri sendiri! 

Baca juga: Apa Itu Pomodoro? Kenali Lebih Dekat Cara Mengatur Waktu yang Baik

Baca juga: Ketahui Apa Itu Body Shaming, Simak Pengertian dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan Mental

Dikutip dari Healthline, istilah gaslighting sendiri merupakan salah satu bentuk manipulasi emosional agar orang lain mempertanyaan pemikiran, perasaan, realita, bahkan kesehatan jiwanya. 

Lantas, self gaslighting itu pun tidak jauh berbeda.

Dalam self-gaslighting juga terdapat  bentuk memanipulasi emosi diri sendiri yang efeknya dapat membuatmu mempertanyakan diri. 

Dilansir dari bodyandsoul.com.au, psikolog asal Australia Noonsha Anzab, memaparkan ciri-ciri dan beberapa solusi untuk mengatasi self gaslighting


1. Sering Mempertanyakan Diri Sendiri 

Kadang ada beberapa hal yang kita biasa pertanyakan kepada diri sendiri.

Namun, kalau pertanyaan-pertanyaan tersebut biasanya seperti "Apa aku terlalu berlebihan" "Apa aku tersinggung" setiap kali ada yang menyakiti perasaanmu dan kamu merasa begitu, bisa jadi itu merupakan self -gaslighting

Pikirkanlah ketika kamu menanyakan hal-hal itu.

Perasaan gaslighting yang terpendam biasanya tidak membuat refleksi diri yang positif.

Malah, pertanyaan tersebut dapat menghancurkan kepercayaan diri dan mempertanyakan akal sehatmu. 

Daripada membuat pertanyaan-pertanyaan tersebut, buatlah pernyataan tentang perasaan kamu seperti "Saya merespon seperti ini karena merasa tersinggung". 

Baca juga: Apa Itu Inner Child? Berikut Pengertian dan Hal yang Perlu Diperhatikan

2. Meragukan Perasaan Sendiri

Pernahkah kamu berkata dalam hati "Ah, nggak seburuk itu, kok" atau "Udah lah, lupain aja" ketika kamu merasa tersinggung karena perkataan seseorang? 

Selain pikiran dan perasaan, kamu juga bisa melakukan ini pada ingatan kamu saat mengalami keraguan pada persepsi kamu akan sesuatu. 

Hal-hal ini dapat memiliki dampak yang buruk pada pikiran dan perasaan kamu, lo, Kawan Puan. 

Daripada terus menerus meragukan perasaan dan menyangkalnya, cobalah untuk menerima perasaan yang kamu rasakan pelan-pelan. 


3. Meragukan Diri Sendiri dalam Lingkungan Sosial 

Berbicara tentang self-gaslighting, wujudnya tak selalu melibatkan dialog batin dan berbagai pemikiran diri sendiri.

Terkadang, dalam berbagai lingkungan sosial pun kita dapat melakukan self gaslighting. 

Pernahkah kamu memulai percakapan dengan kalimat  ''Saya tidak yakin tapi ..." atau hanya bersikap netral tanpa pendapat saat berada dalam lingkungan sosial?

Baca juga: Apa Itu Serviced Office, Coworking Space, dan Virtual Office? Ini Pengertian dan Perbedaan Ketiganya

Hal-hal tersebut merupakan cara yang halus untuk meremehkan diri sendiri dalam lingkungan sosial. 

Untuk mengatasi hal ini, cobalah untuk memulai percakapan dengan percaya diri dan terlibat dalam percakapan itu. 

Kamu bisa mencoba dengan kalimat yang lebih terbuka dan efektif, seperti "Menurut pendapat saya" ataupun "Sepengalaman saya". 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengenal Self Gaslighting : Perasaanmu Juga Perlu Diakui , Lo!

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved