Palu Hari Ini
24 Napi Kunjungi RS Anutapura Palu, Ada Apa?
Sebanyak 24 Narapidana Kejaksanaan Negeri (Kejari) Palu lakukan Swab test antigen di Rumah Sakit Umum Daerah Anutapura Palu
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril
TRIBUNPALU.COM, PALU - Sebanyak 24 Narapidana Kejaksanaan Negeri (Kejari) Palu lakukan Swab test antigen di Rumah Sakit Umum Daerah Anutapura Palu, Jl Kangkung, Kelurahan Donggala Kodi, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (10/7/2021) siang.
Kepala Seksi Pidana Hukum Kejari Palu, Awaluddin Muhammad mengatakan, pemeriksaan swab test antigen tersebut sebagai syarat perpindahan tahanan dari Polsek, Polres dan Polda Sulteng ke Rumah Tahanan (Rutan) II Maesa Palu.
"24 tahanan itu berasal dari Polsek, Polres dan Polda Sulteng. Secara umum ada beberapa kasus ada pencurian, narkoba dan lain sebagainya," kata Awaluddin Muhammad kepada TribunPalu.com.
Awaluddin Muhammad menjelaskan, dalam masa pandemi COVID-19, setiap narapidana dari Kejari Palu harus dilakukan pemeriksaan bebas COVID-19.
Hal tersebut menghindari penyebaran COVID-19 di Rutan Maesa Palu.
• 2 Kali Gempa Guncang Sulteng Sabtu 7 Juli 2021, Getaran Terasa di Palu, Sigi dan Donggala
Baca juga: Kota Palu Terapkan PPKM, RSUD Anutapura Sepi, Pasar Manonda Tetap Ramai
"Jadi tahanan Kejari pada tahap dua harusnya langsung di kirim ke Rutan, namun karena masa pandemi, jadi para tahanan kembali lagi ke penyidik. Setelah dua minggu baru bisa di kirim ke Rutan," jelasnya
Para Napi tersebut di kirim ke Rutan Maesa secara bertahap, yaitu dua minggu sekali.
"Jadi, mereka di lakukan test rapid swab sebagai syarat perpindahan, dan hari ini merupakan jadwal pengiriman ke Rutan Maesa," ujarnya.
Awaluddin Muhammad menambahkan, setelah berada di Rutan, selanjutnya para Napi kembali harus melakukan isolasi secara terpisah.
"Setelah sampai di Rutan Maesa mereka kembali di isolasi, dan ada sendiri ruangan di sediakan oleh pihak Rutan. Setelah selesai masa karantina selama dua minggu, barulah mereka di satukan dengan tahanan lainnya," kata Awaluddin Muhammad.
Awaluddin Muhammad sangat bersyukur, sebab selama masa pandemi pengiriman tahanan belum ada terpapar COVID-19. (*)