Breaking News:

Operasi Yustisi

Sepekan PPKM di Palu, 400 Warung Sari Laut Turun Omzet

Saat ini, para pengusaha warung sari laut tidak lagi memikirkan pendapatan, tetapi cara bertahan dan membayar sewa kontrakan sudah sangat bersyukur.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/ALAN
Ketua Kerukuran Warung Sari Laut Kota Palu Bino A Juwarno di ruang kerjanya Jl Maluku, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (11/7/2021) sore. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU  - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Palu sudah berjalan sepekan sejak di umumkan 6 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Ketua Kerukuran Warung Sari Laut Kota Palu Bino A Juwarno mengatakan, sebanyak 400 lebih warung sari laut atau lebih sering dikenal Mas Joko mengalami penurunan pendapatan.

Saat ini, mereka tidak lagi memikirkan pendapatan, tetapi cara bertahan dan membayar sewa kontrakan sudah sangat bersyukur.

"Saya sering ketemu dengan teman-teman, semuanya merasakan dampak itu (PPKM, red). Pasca gempa bumi dan tsunami 2018 sudah mereka rasakan (kesulitan, red) dan sekarang di tambah lagi dengan Covid-19," kata Bino A Juwarno kepada TribunPalu.com di ruang kerjanya Jl Maluku, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (11/7/2021) sore.

Bino A Juwarno menyebut, pengunjung warung sari laut lebih banyak malam hari dibandingkan siang hari.

Baca juga: Pelanggar PPKM Diganjar Denda Rp 2 Juta, Curhat Pedagang Siomay di Palu: Kami Berjualan Demi Makan

"Rutinitas usaha teman-teman kan banyak dari pukul 11.00 Wita hingga malam hari. Dan rata-rata pembeli itu banyak pada malam hari, dengan adanya perwali nomor 3 tahun 2021 itu memang luar biasa berdampak bagi teman-teman," ujarnya.

Bino A Juwarno sangat mengapresiasi dan mendukung segala bentuk program Pemerintah Kota Palu dalam menekan angka kasus Covid-19.

Namun, surat edaran terkait Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 3 tahun 2021 tentang pembatasan jam malam bagi pelaku usaha yaitu pukul 21.00 Wita sangat merugikan.

"Edaran itu (Perwali nomir 3 tahun 2021,red) kita dukung, dan saya sudah sampaikan kepada teman-teman baik saat rapat maupun di tempat majelis, saya selalu menghimbau ayo kita dukung peraturan yang bersifat mengurangi penyebaran Covid-19 ini. Artinya protokolnya kita perketat seperti menyediakan tempat cuci tangan, harus menjaga jarak dan memakai masker," terangnya.

Bino A Juwarno menambahkan, dengan jumlah 400 lebih warung sari laut yang tersebar di Kota Palu juga menjadi sumber pendapatan daerah.

Selain itu, warung sari laut juga banyak memberdayakan warga sekitar sehingga keberadaannya di anggap cukup strategis di Kota Palu di bidang ekonomi.

"Pemerintah harus menyesuaikan kondisi dan keadaan daerah masing-masing untuk mengatur sebagaimana baiknya," kata Bino A Juwarno.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved