Breaking News:

Teroris Poso Tewas

Kronologi Tewasnya Teroris MIT Poso, Berawal dari Kabar Hilangnya Barang di Kebun Warga

Kronologi tewasnya dua anggota Teroris MIT Poso pasca penyergapan Satgas Madago Raya. Berawal dari Kabar Hilangnya Barang di Kebun Warga

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
TribunPalu.com/Ketut_Suta
Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto 

Lapaoran Wartawan TribunPalu.vom, Ketut Suta

TRIBUNPALUM.COM, PALU - Kronologi tewasnya dua anggota Teroris MIT Poso pasca penyergapan Satgas Madago Raya.

DPO itu tertembak oleh TNI-Polri tergabung dalam Satgas Madago Raya disekitaran pengunungan Batu Tiga Tokasa, Desa Tanahlanto, Kecamatan Torue, Parimo.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto saat ditemui media mengatakan, bahwa beberapa hari sebelumnya informasi dari intelejen, ada beberapa barang milik warga setempat hilang di perkebunan.

"Misalnya ayam, beberapa bahan pokok seperti pisang, beras, dan lain sebagainya," kata Kombes Pol Didik Supranoto di ruang kerjanya, Selasa (13/7/2021) sore.

Ia juga mengatakan, dari laporan itu kemudian tim kejar di wilayah tersebut melakukan penyelidikan.

Dari hasil penelusuran atau penjejakan, ditemukan tanda-tanda jejak DPO Teroris Poso.

Datangi Rumah Warga Isolasi Mandiri, Lurah Lolu Selatan Ungkap Curhat Pasien Covid-19

Gempa M 5,6 Guncang Maluku Tenggara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami, Waspada Gempa Susulan

"Pada Sabtu (10/7/2021) Pukul 22.00 Wita, tim kejar berhasil mendekat ke salah satu camp dicurigai sebagai tempat mereka untuk beristirahat," kata Didik.

"Lalu, Minggu Pukul 03.30 dini hari, mereka (DPO teroris Poso, red) berhasil di lumpuhkan," tambahnya.

Didik juga mengatakan, saat kejadian baku tembak dicurigai jumlah DPO saat itu berjumlah lima orang.

"Hanya belum dapat dipastikan, yang tertembak ini kelompoknya Qatar atau Ali Kalora," katanya.

Ia mengatakan, saat ini sedang dilakukan upaya evakuasi jenazah ke Rs Bhyangkara Palu.

Untuk dilakukan pengecekan identitas dari DPO teroris Poso yang tertembak itu.

"Selama evakuasi sejak kejadian masih terkendala medan dan cuaca, nanti kami akan informasikan perkembangan evakuasi jenazah," tutup Didik. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved