Viral
Pengakuan Vaksinator Usai Viral Video Suntik Tanpa Tekan Jarum: Saya Yakin Sesuai Prosedur
Viral di sosial media video memperlihatkan proses penyuntikan vaksin yang dilakukan tanpa menekan jarum.
"Saya juga meminta untuk segera melakukan cek laboratorium terhadap penerima vaksin. Tentunya kami akan memberikan sanksi tegas kepada vaksinator jika terbukti melakukan kesalahan," ujarnya.
"Namun sebaliknya, jika tidak terbukti bersalah, akan ada konsekuensi hukum dan kasusnya akan diserahkan kepada pihak kepolisian Karawang untuk ditindaklanjuti kebenarannya, karena harapan kami semua bisa terbuka dan terinformasikan informasi yang benar berdasarkan fakta sehingga tidak ada yang dirugikan," lanjut dia.
Ia berharap kepada semua pihak bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan sesuatu yang belum jelas kebenaranya.
"Harapan kami, kita semua agar dapat lebih bijak dalam menggunakan sosial media. Agar tidak dengan mudah menyebarkan berita yang belum diketahui kebenarannya. Sehingga menimbulkan keresahan semua pihak yang belum tentu semuanya benar," ujarnya.
Baca juga: Jadwal Badminton Olimpiade Tokyo: Mulai 24 Juli 2021, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya Berlaga 10.20 WIB
Baca juga: Fans Kena Prank Kabar Terbaru Pacar Boboho, Dikira Cewek Cantik kini Terungkap Soal Cross Gender
Baca juga: Usai Otopsi, Dua Jenazah DPO Teroris Poso Dimakamkan di Poboya Kota Palu
Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu menerima vaksin Covid-19.
"Semoga semuanya segera 'clear' dan lekas baik-baik saja. Kami berharap agar masyarakat untuk tidak ragu dan tetap semangat untuk menjalankan vaksin. Ayo kita semangat VAKSIN!," Dan kamipun akan bekerja lebih keras lagi untuk Karawang," tulisnya lagi.
Sementara, dilansir dari tribunjabar.id, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, pihaknya akan mengambil sampel darah warga yang divaksin tersebut.
Dalam video tersebut, Cellica mengungkapkan sebenarnya terdapat tiga orang perempuan yang merupakan pegawai ritel moderen bahan bangunan.
"Saya tidak ingin ada terbentuk opini apa pun. Kita mengambil sampel darah, untuk memastikan antibodinya sudah terbentuk atau belum, urusan prosesnnya kita serahkan kepada ahlinya. Tadi kita ambil sampel darah Ipeh dan Rima, sementara Tari masih dalam keadaan syok," katanya.
Ia mengimbau agar masyarakat untuk tidak menggulirkan opini-opini yang dinilainya melenceng.
"Setiap orang yang divaksin berhak bertanya kepada petugas medis," katanya.(*)