Breaking News:

Operasi Madago Raya

Satgas Madago Raya Gandeng Masyarakat Lawan Paham Radikalisme

Satgas Preemtif bekerjasama dengan Satgas Bantuan Operasi (Banops) membangun kepercayaan masyarakat khususnya diwilayah Operasi Satgas Madago Raya.

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Satgas Preemtif bekerjasama dengan Satgas Bantuan Operasi (Banops) membangun kepercayaan masyarakat khususnya diwilayah Operasi Satgas Madago Raya, Jumat (16/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, POSO - Satgas Preemtif bekerjasama dengan Satgas Bantuan Operasi (Banops) membangun kepercayaan masyarakat di wilayah Operasi Satgas Madago Raya, Jumat (16/7/2021) siang.

Wakasatgas Humas Akbp Bronto Budiyono mengatakan, satgas Madago Raya terus melakukan kegiatan untuk menumbuhkan partisipasi dan dukungan masyarakat.

Untuk membangun simpati dan kepercayaan masyarakat.

Dari beberapa kegiatan seperti, pengobatan gratis untuk 30 warga di Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir.

"Itu terhitung sejak 12 Juli 20201 sampai dengan 15 Juli 2021 dalam catatan Satgas Humas yang telah dilakukan oleh satgas preemtif maupun satgas banops," kata Bronto.

"Selain itu juga kami memberikan 100 sak semen dan 100 lembar atap seng gelombang, untuk pembangunan Gereja di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu," tambahnya.

Baca juga: Pemprov Sulteng Gelar Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan IV

Baca juga: Direktur RSU Anutapura Dukung Pemberlakuan Lalulintas Satu Arah di Jl Kangkung Palu Barat

Selain itu, Da’i Polisi menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Poso dan tokoh agama terus berupaya memberikan pembinaan dan pemahaman agama.

Kepada masyarakat yang terdindikasi pernah terpapar paham radikalisme bahkan menyentuh kepada anak-anak mantan napi teroris (napiter), saat ini sudah bersosialisasi dengan masyarakat.

Selain itu Bronto juga mengatakan, sudah menyerahkan Bbuku panduan pengenalan huruf Hijaiyyah metode Iqra jilid 1-6 kepada takmirul masjid Nurul Huda Poso Pesisir oleh Da’i Polisi.

"Sekaligus meluangkan waktu untuk mengajarkan pengenalan huruf Hijaiyyah, kegiatan-kegiatan Da’i Polisi itu merupakan pendekatan, Ideologi dengan menyentuh Qolbu," kata Bronto. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved