Breaking News:

Menko Polhukam Sebut Vaksin Berbayar Ide Swasta, Ferdinand: Makanya Jangan Malah Nonton Sinetron

Cuitan Menko Polhukam Mahfud MD di media sosial Twitter kembali menuai sorotan tajam.

Editor: Muh Ruliansyah
Kompas.com/Kristian Erdianto
Mahfud MD 

TRIBUNPALU.COM - Cuitan Menko Polhukam Mahfud MD di media sosial Twitter kembali menuai sorotan tajam.

Seteleh cuitan tentang nonton sinetron Ikatan Cinta, kini Mahfud MD menjadi perbicangan netizen di Twitter usai menyebut vaksin berbayar merupakan ide swasta.

Sejak awal, kata Mahfud MD, kebijakan Presiden Joko Widodo atau Presiden Jokowi menetapkan bahwa vaksin itu gratis untuk semua rakyat.

"Presiden menetapkan, tidak ada vaksin berbayar, semua vaksinasi gratis untuk rakyat. Sejak awal kebijakannya begitu," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini melalui akun twitternya, Sabtu (17/7/2021) pagi ini.

Dalam perjalanan waktu, ujar Mahfud MD, muncul kedakan Covid-19 varian delta, sehingga jumlah orang terpapar Virus Corona terus bertambah.

Baca juga: Apa Itu Fenomena Aphelion? Disebut Bawa Suhu Dingin di Indonesia, Berikut Penjelasan BMKG

Pemerintah menggencarkan vaksinasi, vaksin ada tapi tenaga vaksinator tidak cukup. Terjadi antrean rakyat.

Tenaga medis tak cukup. TNI, Polri, BIN turun tangan melatih vaksinator dan turun ke rakyat. Tapi tetap banyak yang tak terlayani, banyak yang sudah antre tapi tak bisa terlayani juga, saking banyaknya.

"Muncul ide dari swasta yang akan membelikan untuk karyawannya dan menyelenggarakan vaksinasi sendiri," ujarnya.

Menurut Mahfud MD, idenya swasta akan memvaksinasi dan mencetak vaksinator sendiri agar industri dan sektor-sektor esensial bisa bekerja.

Pelaksanaannya tidak menggunakan APBN dan vaksin pemerintah.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved