Breaking News:

Teroris Poso tewas

Polisi Ambil Sampel DNA Keluarga 2 Jenazah Teroris Poso yang Tewas Pekan Lalu

Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah mengambil sampel DNA keluarga dekat kedua jenazah teroris Poso yang tewas di Kabupaten Parigi Moutong pekan lalu.

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/SUTA
Wakasatgas Humas Ops Madago Raya AKBP Bronto Budiyono 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah mengambil sampel DNA keluarga dekat kedua jenazah teroris Poso yang tewas di Kabupaten Parigi Moutong pekan lalu, Minggu (11/7/2021) lalu.

Sebab kepolisian sulit melakukan identifikasi, karena kondisi jenazah sudah tidak dapat dikenali, akibat evakuasi memakan waktu hingga empat hari.

Keduanya tewas tertembak oleh tim Tricakti III TNI Satgas Madago Raya di pegunungan Batu Tiga Tokasa, Desa Tanalanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo.

Namun hingga sekarang belum diketahui identitas dari kedua jenazah itu.

Sehingga petugas memerlukan sampel DNA dari pihak keluarga.

Baca juga: Warga Kelurahan Nunu Kerja Bakti Bersihkan Jl Kalora Kota Palu

Baca juga: Identitas Satu Teroris Poso Tewas Tertembak di Parigi Moutong Terungkap

Deoxyribonucleic Acid (DNA) merupakan materi genetik yang menentukan sifat dan karakteristik fisik seseorang. 

Sumber dalam melakukan uji DNA dapat diambil dari darah, jaringan lunak, tulang dan gigi, air liur, akar rambut, sel kulit mati dan sperma.

Wakasatgas Humas AKBP Bronto Budiyono mengatakan, hari ini sudah ada beberapa keluarga dua jenazah teroris Poso itu dilakukan pengambilan sampel DNA. 

"Itu dibutuhkan untuk mengetahui identitas pasti kedua jenazah Teroris Poso yang saat dievakuasi sudah dalam keadaan membusuk," kata AKBP Bronto, Minggu (18/7/2021).

Baca juga: Aparat Temukan Bom Lontong Teroris Poso yang Tewas Tertembak di Pegunungan Buana Sari

"Sehingga menyulitkan identifikasi saat diterima rumah sakit Bhayangkara Palu," tambahnya.

Ia juga mengatakan, sebelumnya identifikasi melalui pengambilan sidik jari oleh tim inafis Polda Sulteng sudah dilakukan.

Tetapi hasilnya perlu didukung dengan adanya pemeriksaan sampel DNA.

"Sehingga diharapkan kepada masyarakat dan media untuk tetap sabar menunggu walaupun telah beredar dugaan nama-nama teroris yang meninggal dunia," ujar Bronto.

"Tetapi kita tunggu hasil pemeriksaan sampel DNA, perkembangan hasilnya akan segera diumumkan," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved