Operasi Madago Raya

Sosok Danrem Tadulako Farid Makruf, Jenderal Bintang Satu Pemburu Teroris MIT Poso

Sebelum ditunjuk sebagai Danrem 132/Tadulako, Brigjen Farid makruf bertugas sebagai Pamen Denma di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad). 

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
Satgas Madago Raya
Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf (kanan) dan Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso (tengah) saat melakukan patroli perburuan kelompok MIT Poso, belum lama ini. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Brigjen TNI Farid Makruf diangkat Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos G Matondang sebagai Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako pada Juni 2020.

Saat upacara serah terima jabatan kala itu, Farid masih berpangkat Kolonel dari kecabangan Infanteri Komando Pasukan Khusus (Kopassus). 

Sebelum ditunjuk sebagai Danrem 132/Tadulako, Brigjen Farid makruf bertugas sebagai Pamen Denma di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad). 

Pria kelahiran Bangkalan, Madura, Jawa Timur pada 8 Juni 1969 itu juga pernah menjabat sebagai Danrem 162/Wira Bhakti. 

Di mata para anggotanya di Korem 132/Tadulako, Brigjen Farid Makruf dikenal sebagai sosok bijaksana, humoris serta ramah dengan semua orang. 

Seperti pengakuan dari Kapenrem 132/Tadulako Kapten Infanteri Ahmad Jayadi. 

Baca juga: Polisi Ambil Sample DNA Keluarga 2 Jenazah Teroris Poso yang Tewas Pekan Lalu

Baca juga: Identitas Satu Teroris Poso Tewas Tertembak di Parigi Moutong Terungkap

"Beliau sangat bersahaja, baik, luwes, perhatian dengan anggotanya dan mudah diajak komunikasi. Di sisi lain, beliau juga adalah pemimpin yang tegas dengan segudang solusi dalam setiap permasalahan di kesatuan yang dipimpinnya,” kata Jayadi dikutip dari https://korem132-tniad.mil.id.

Dengan berbagai pengalaman tugas dan jabatan-jabatan sebelumnya, Farid saat ini secara khusus ditugasi untuk menumpas kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Bersama Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso, kedua pimpinan TNI-Polri di Bumi Tadulako itu memimpin operasi pengejaran di wilayah Poso, Sigi dan Parigi Moutong. 

Sejak September 2020, pasukan TNI-Polri setidaknya berhasil menembak mati tujuh anggota MIT Poso pimpinan Ali Kalora. 

Empat di antaranya yaitu Wahid alias Aan alias Bojes, Azis Arifin alias Azis, Alvin alias Adam alias Mus'ab alias Alvin Anshori dan Khairul alias Irul alias Aslam. 

Baca juga: DLH Palu Tinjau Kerja Bakti Pembersihan Drainase Jl Agus Salim Kelurahan Baru

Para pelaku teroris itu tewas dalam operasi perburuan mulai Agustus 2020 hingga Maret 2021.

Terbaru, tim gabung dalam Operasi Madago Raya berhasil menewaskan 3 anggota MIT di wilayah Parigi Moutong hanya dalam kurun waktu kurang dari sepekan terakhir. 

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved