Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Jaga Daya Beli Masyarakat di Tengah Pandemi, BI Sulteng Dorong Pembayaran Digital QRIS

Pembayaran secara non tunai diharapkan dapat mencegah potensi terjadinya kebocoran anggaran dana daerah. 

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
tribunpalu.com/fandi
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah Moh Abd Majid Ikram 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah Moh Abd Majid Ikram mendorong seluruh pihak untuk menerapkan pembayaran digital Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

Menurut Majid, layanan pembayaran digital melalui QRIS mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa Pandemi Covid-19

"Transformasi digital di sektor keuangan ini menjadi program utama dari BI. Hal ini sebagai upaya dan solusi agar perekonomian tetap bertahan apalagi di tengah pembatasan mobilitas akibat pandemi," ujarnya, Selasa (27/7/2021). 

Selain mempermudah proses transaksi, kata Majid, pembayaran secara non tunai diharapkan dapat mencegah potensi terjadinya kebocoran anggaran dana daerah. 

Baca juga: Gandeng BRI, Transaksi Pedagang Hutan Kota Palu Beralih ke Pembayaran Non Tunai

Ia juga mengaku optimis mekanisme pembayaran digital lewat QRIS akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

"Pemerintah pusat saat ini mengalami tantangan dari segi penerimaan. Sehingga diharapkan daerah bisa meningkatkan PAD. Salah satu caran yakin lewat transaksi non tunai untuk meningkatkan efisiensi dan mencegah adanya kebocoran," kata Majid. 

"PDB Sulawesi Tengah pada 2020 sebesar Rp 152 triliun, angka ini cukup besar. Jika semua transaksi dilakukan secara non tunai saya yakin PAD bisa meningkat," tuturnya menambahkan. 

Majid menjelaskan, skema pembayaran non tunai ini bukanlah sesuatu hal yang baru terutama di kalangan anak-anak muda. 

Baca juga: Bank Indonesia Edukasi Warga Sulteng Ekonomi Syariah Lewat Webinar

Namun untuk implementasi secara masif tetap diperlukan partisipasi, kolaborasi dan komitmen berbagai pihak.

"Targetnya QRIS ini digunakan dalam setiap transaksi ekonomi dan keuangan. Meskipun kendala utama terletak pada infrastruktur telekomunikasi. Tetapi kami akan terus dorong agar masyarakat tetap bisa bertransaksi di tengah pandemi," ucap Majid.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved