VIDEO: Cerita Presma Untad soal 'Mati Surinya' Organisasi Mahasiswa Akibat Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga kemahasiswaan di Universitas Tadulako (Untad).

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pandemi COVID-19 menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga kemahasiswaan di Universitas Tadulako (Untad).

Presiden Mahasiswa (Presma) Untad Moh Wiranto Basatu menceritakan, sebelum pandemi organisasi mahasiswa kerap mengadakan rapat hingga program kerja secara tatap muka.

Hanya saja, akibat pandemi kebiasaan tersebut perlahan-lahan bergeser membentuk kebiasaan baru.

Umumnya, kata Wiranto, sebagian organisasi mahasiswa tidak memiliki pilihan selain migrasi ke dunia maya untuk tetap mempertahankan eksistensinya. 

Baca juga: Siapa Itu Hariyanto Arbi? Legenda Bulutangkis Indonesia yang Beri Apartemen untuk Greysia/Apriyani

"Pandemi tentu membentuk dinamika sendiri bagi kehidupan kelembagaan. Ada kegiatan dilakukan secara daring, ada pula secara tatap muka namun dengan penerapan protokol kesehatan," ujar Wiranto, Selasa (3/8/2021). 

Mahasiswa Fakultas Teknik Untad itu tak memungkiri bahwa organisasi mahasiswa mengalami tekanan akibat pandemi COVID-19 selama lebih dari setahun terakhir. 

Sehingga, organisasi mahasiswa yang tidak mampu beradaptasi pada akhirnya bergerak tertatih-tatih.

Baca juga: Ramai Politkus Bikin Poster Greysia/Apriyani, Pengamat: Asal Fotonya Jangan Tutupi Wajah Atlet

"Secara keseluruhan, kehidupan organisasi mahasiswa di Untad itu mati suri. Karena ada yang bisa mengatasi, ada juga yang masih terpuruk," kata Wiranto.

Menurutnya, tiap-tiap organisasi mahasiswa harus mencari cara sendiri agar tetap berkarya meski di tengah wabah COVID-19.

Baca juga: Indonesia Negara ASEAN dengan Medali Terbanyak, Perjalanan Tim Merah Putih di Olimpade 2020 Berakhir

Di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untad sendiri, Wiranto memilih melakukan kegiatan secara offline meski terbatas.

"Hampir semua program BEM digelar secara offline. Namun itu kami lakukan dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Seperti sebelum pandemi kapasitas orang 100 persen, saat ini hanya 30 persen," ujarnya.

"Diantara pelajaran yang bisa diambil dari pandemi COVID-19 yaitu berkompromi dengan keadaan. Saya melihat teman-teman kelembagaan perlahan mulai beradaptasi dan terbiasa," kata Wiranto. (*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved