Breaking News:

PPKM Sulteng

Masuk 5 Daerah Kasus Tertinggi, PPKM Level 4 Sulteng Diperpanjang Hingga 9 Agustus

Ada lima provinsi dengan kasus kenaikan tertinggi, yaitu Sulawesi Tengah (Sulteng), Riau, Sumatera Utara, Gorontalo, dan Kalimantan Barat.

Penulis: Ketut Suta | Editor: mahyuddin
handover
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 diperpanjang untuk 21 provinsi dan 45 kabupaten/kota, di luar Jawa-Bali.

Perpanjangan itu sampai dengan, Senin, 9 Agustus 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, itu dilakukan karena tingginya jumlah penularan varian Delta.

"Kami mengkonsentrasikan pada kota/kabupaten yang naik di luar Jawa-Bali, itu ada 21 provinsi dan 45 kabupaten kota yang level 4, dan ini dilanjutkan," ujar Airlangga Hartarto dalam jumpa persnya disiarkan di Youtube, dikutip TribunPalu.com, Selasa (3/8/2021).

Ia juga mengatakan, setidaknya ada lima provinsi dengan kasus kenaikan tertinggi.

Baca juga: DPRD Kota Palu Minta Tim Nakes di Pos PPKM Ditarik ke Pelayanan Pasien COVID-19

Kelimanya adalah Sulawesi Tengah (Sulteng), Riau, Sumatera Utara (Sumut), Gorontalo, dan Kalimantan Barat.

Sedangkan kenaikan kasus tingkat kota seperti Kota Medan, Sumatera Utara, Makassar, Banjarmasin, Pekanbaru, Banjarbaru, Tarakan dan Jayapura.

Kemudian untuk di kabupatennya adalah Sika, Berau dan Belitung.

"Itu adalah daerah-daerah yang kenaikannya tinggi, dan pemerintah memberikan prioritas kepada daerah daerah tersebut," kata Airlangga Hartarto.

"Adapun beberapa provinsi mengalami penurunan kasus yaitu di NTT, kecuali Kabupaten Sikka, Lampung, NTB, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Kepri dan Kalteng," katanya menambahkan.

Baca juga: Anda Memiliki Penyakit Gerd? Coba Lakukan Tips Berikut untuk Meredakan Gejalanya

Airlangga Hartarto juga mengatakan, berdasarkan data Satgas Covid-19, ada beberapa daerah tingkat prilaku penggunaan masker belum menerapkan secara baik.

Namun sebagian daerah sudah cukup baik dalam penerapan penggunaannya.

"Terendah yaitu di Kota Padang, Sorong, Kabupaten Musi Rawas, dan Jayapura, sedangkan yang tertinggi adalah Mimika, Bontang, Pekanbaru, Lubuk Linggau dan Bulungan," tutur Airlangga Hartarto.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved