Virus Corona di Sulteng
Ketua DPRD Banggai Kritisi Penanganan Covid-19 Pascapenetapan PPKM Level 4
Penanganan Covid-19 di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah mendapatkan kritikan dari lembaga legislatif.
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Penanganan Covid-19 di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah mendapatkan kritikan Lembaga Legislatif.
Apalagi saat ini, Kabupaten Banggai masuk dalam 45 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali masuk dalam daftar PPKM Level 4.
Ketua DPRD Banggai Suorapto Ngatimin menegaskan, Pemkab Banggai harus fokus dan serius.
Kasus Covid-19 di daerah ini bisa ditekan dengan pendekatan realistis.
Dia menyarankan, harus ada pemetaan di tingkat kecamatan hingga desa.
Baca juga: Tahun Baru Islam di Tengah Wabah, Kemenag Sulteng: Kurangi Euforia Mari Perbanyak Doa dan Zikir
Baca juga: 3 Lowongan Kerja di Palu: Ada Web Designer dan SPG Bergaji Rp 4 Juta
Satu di antaranya adalah adanya pusat isolasi di lokasi-lokasi tertentu di tingkat kecamatan.
"Tidak boleh hanya terpusat di Luwuk," tegas Suprapto saat rapat evaluasi penanganan Covid-19 bersama Bupati Banggai dan instansi terkait di ruang rapat khusus kantor Bupati, Selasa (10/8/2021) siang.
Dia mencontohkan, pasien terkonfirmasi positif dari kecamatan yang jauh dari Luwuk.
Seperti di Kecamatan Nuhon, Bunta, Bualemo, Balantak, dan di wilayah Toili.
Mereka harus dibawa ke Luwuk untuk isolasi terpusat dengan armada yang tidak mamadai, dan membutuhkan waktu yang lama.
"Ini tidak realistis. Harus dibagi per zonasi soal isolasi," tandasnya.
Sekretaris DPC PDIP Banggai ini juga membeberkan, tenaga kesehatan mulai ketakutan.
Berdasarkan surveinya di lapangan, pasien yang datang tak mau dilayani karena tenaga kesehatan ketakutan.
Baca juga: Viral Warga di Probolinggo Bongkar Paksa Peti Jenazah Pasien Covid-19, Anggap Corona Sebagai Aib
Baca juga: 7 Pasien Covid-19 Banggai Meninggal dalam Sehari, Ada yang Komorbid
Pasien terpaksa merawat dirinya sendiri secara mandiri.