Universitas Tadulako
Rehab Bangunan Pascagempa, Untad Bongkar Gedung Rektorat
Ada 15 bangunan di Untad yang mengalami kerusakan parah akibat gempa 7,4 magnitudo disertai tsunami tiga tahun lalu.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat
TRIBUNPALU.COM, PALU - Universitas Tadulako (Untad) mulai membongkar gedung rektorat lama yang rusak pascagempa September 2018.
Pantauan TribunPalu.com, Kamis (12/8/2021), sejumlah pekerja dan dua alat berat melakukan pembongkaran gedung Rektorat Untad, Jl Soekarno Hatta, KM 9, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Pembongkaran gedung Rektorat Untad karena sudah tidak layak untuk digunakan kembali.
Informasi diterima TribunPalu.com, ada 15 bangunan di Untad yang mengalami kerusakan parah akibat gempa 7,4 magnitudo disertai tsunami tiga tahun lalu.
Baca juga: Sanksi Rp 100 Ribu Diterapkan, Cek 5 Aturan Prokes di Kawasan Pasar Palu
Antara lain, Gedung Auditorium, Dekanat Fakultas Kedokteran, Dekanat Fakultas Hukum, Dekanat FISIP dan sejumlah bangunan lainnya.
Saat ditemui beberapa waktu lalu, Rektor Untad Prof Mahfudz menyebut perbaikan bangunan yang rusak membutuhkan biaya Rp 500 miliar.
"Itu akan menghabiskan dana sekitar Rp 500 miliar. Ada 15 bangunan yang sudah sama sekali tidak bisa digunakan," kata Prof Mahfudz.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/gedung-rektorat-untad-dirobohkan.jpg)