Breaking News:

Trending Topic

Tanggapan Pengamat Soal Isu Renggangnya Hubungan Jokowi dan PDIP, Presiden Merasa Dikhianati?

Belakangan ini hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan PDI Perjuangan diisukan mulai berjarak alias renggang. beberapa elit PDIP mulai mengkritik

Editor: Putri Safitri
Foto: Setkab
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2021, Selasa (27/7/2021). 

TRIBUNPALU.COM - Belakangan ini hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan PDI Perjuangan diisukan mulai berjarak alias renggang.

Kabar burung ini menguat kala beberapa elit PDIP mulai mengkritik Jokowi dan kebijakannya.

Padahal sebelumnya mereka selalu terlihat pasang badan untuk Jokowi.

Isu itu semakin menguat sebab Jokowi terlihat lebih kerap menyerahkan posisi strategis kepada elite parpol lain yakni Golkar dalam penanganan pandemi

Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak bisa disalahkan ketika hubungannya menjadi renggang dengan PDI Perjuangan (PDIP). 

Menurut Hendri Satrio, kepercayaan Jokowi kepada elit Golkar tak lepas dari 'pengkhianatan' yang dilakukan eks Menteri Sosial Juliari Batubara ketika menyalahgunakan wewenang dalam perkara bantuan sosial (bansos).

"Persepsi masyarakat kan saat ini Jokowi dengan Megawati atau dengan PDIP sedang renggang, karena terkait pak Jokowi lebih suka bekerja dengan kader Golkar yaitu Airlangga Hartarto dan Luhut Binsar Pandjaitan di masa pandemi ini untuk penanggulangan COVID-19," ujar Hendri, ketika dihubungi Tribunnetwork, Kamis (19/8/2021). 

"Walaupun saya tidak bisa menyalahkan pak Jokowi 100 persen, karena kader PDIP Juliari Batubara saat diminta ngurus bansos yang sangat strategis di pandemi itu malah berkhianat dan melakukan korupsi," imbuhnya. 

Founder lembaga survei KedaiKOPI itu turut mengungkap Megawati dirasa memang perlu memperbaiki hubungan serta mendekatkan diri kembali dengan Jokowi. 

Sebab, mantan Gubernur DKI Jakarta itu dinilai masih memiliki peran besar dalam perhelatan politik di 2024 mendatang. Salah satunya untuk membantu mempopulerkan calon presiden. 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved