Tips Kesehatan
Wapadai Berbagai Gangguan Mata yang Ditimbulkan Akibat Diabetes
Jika tidak diatasi dengan baik, diabetes dapat mengganggu kesehatan mata seperti katarak, retinopati diabetik, hiperglikema, hingga glaukoma.
TRIBUNPALU.COM – Diabetes merupakan suatu kondisi yang biasa dikenal dengan penyakit kencing manis.
Penyakit ini merupakan penyakit metabolic yang menyebabkan gula darah seseorang menjadi tinggi.
Hormon insulin dalam tubuh berfungsi memindahkan gula dari darah ke sel-sel Anda untuk disimpan atau digunakan sebagai energi.
Berbeda dengan diabetes, orang yang memiliki diabetes tubuhnya tidak membuat cukup insulin atau tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan.
Jika diabetes tidak mendapat perawatan dengan cukup baik, maka dapat merusak saraf, ginjal, berbagai organ, bahkan bisa berbahaya bagi kesehatan mata.
Baca juga: Kenapa Bisa Penyakit Diabetes Sebabkan Batu Ginjal? Dapat Tingkatkan Kadar Asam Urine
Lalu, bagaimana diabetes bisa mempengaruhi kesehatan mata?
Melansir dari Healthline, diabetes dapat menyebabkan penglihatan kabur dalam beberapa cara.
Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit diabetes dan memiliki gangguan pandangan kabur, itu menjadi salah satu tanda peringatan bahwa diabetes yang Anda miliki sudah mengganggu kesehatan mata.
Penglihatan kabur terjadi karena adanya cairan yang bocor ke lensa mata Anda.
Hal ini membuat lensa membengkak serta berubah bentuk yang membuat mata Anda sulit untuk fokus, sehingga segala sesuatunya mulai terlihat kabur.
Anda juga mungkin mengalami penglihatan kabur saat memulai pengobatan insulin.
Hal ini disebabkan oleh perpindahan cairan, namun umumnya dapat sembuh setelah beberapa minggu.
Pada beberapa kasus, kadar gula yang stabil juga dapat mempengaruhi penglihatan menjadi stabil.
Pandangan kabur juga akan menimulkan beberapa penyakit mata lain yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Melansir dari Heathline, berikut beberapa penyakit mata yang dapat ditimbulkan dari diabetes :
1.Retinopati Diabetik
Penyebab penglihatan kabur dalam jangka panjang dapat mencakup retinopati diabetik, istilah yang menggambarkan gangguan retina yang disebabkan oleh diabetes.
Tahapan retinopati diabetik tersebut dapat dibagi menjadi beberapa tahapan seperti, ringan, sedang, relative parah hingga parah.
Kebanyakan orang tidak menunjukkan gejala retinopati diabetik sampai berkembang ke stadium 4 atau paling parah, namun beberapa orang memiliki gejala seperti :
- Pandangan yang kabur
- Kesulitan melihat di malam hari
- Kehilangan penglihatan
- Penglihatan terdistorsi
- Perubahan warna dalam penglihatan
2. Katarak
Penglihatan kabur dapat meningkatkan risiko katarak, karena orang dengan diabetes akan memiliki potensi katarak lebih besar daripada orang yang tidak memiliki riwayat diabetes.
Penyait katarak menyebabkan lensa mata menjadi keruh dan mengganggu penglihatan.
Gejala yang ditimbulkan yakni seperti, warna memudar, penglihatan kabur, penglihatan ganda, kepekaan terhadap cahaya, dan silau atau terdapat lingkaran cahaya di sekitar lampu.
Dalam kasus ini, tentunya dokter akan memberikan tindakan berupa operasi jika memang kondisinya sudah sangat mengganggu penglihatan Anda.
Baca juga: Apa Itu Katarak? Lensa Mata yang Terlihat Berawan dan Pengobatannya dengan Operasi
3. Hiperglikemia
Hiperglikemia terjadi akibat penumpukan glukosa dalam darah ketika tubuh kekurangan insulin untuk memprosesnya.
Selain penglihatan kabur, gejala lain juga timbul saat hiperglikemia seperti, sakit kepala, kelelahan, peningkatan rasa haus dan peningkatan buang air kecil.
Anda dapat mengelola kadar glukosa untuk menghindari hiperglikemia karena, seiring berjalannya waktu, kontrol gula darah yang buruk dapat menyebabkan lebih banyak masalah dengan penglihatan dan berpotensi meningkatkan risiko kebutaan permanen.
4. Glaucoma
Penglihatan kabur juga bisa menjadi gejala glaukoma, penyakit di mana tekanan di mata Anda merusak saraf optik.
Menurut National Eye Institute, jika Anda menderita diabetes, risiko glaukoma Anda dua kali lipat dari orang dewasa lainnya yang tidak memiliki diabetes.
Gejala yang ditimbulkan akibat glaukoma seperti, kehilangan penglihatan tepi, lingkaran cahaya di sekitar lampu, kemerahan pada mata, sakit mata, hingga mual atau muntah.
5. Edema Makula
Makula merupakan pusat retina, dan itu adalah bagian mata yang memberi Anda penglihatan sentral yang tajam.
Edema makula adalah ketika makula membengkak karena kebocoran cairan dan memiliki gejala penglihatan bergelombang serta mengalami perubahan warna.
Edema makula diabetik (DME) berasal dari retinopati diabetic dan biasanya mempengaruhi kedua mata.
Jika Anda menderita diabetes, Anda berisiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah mata di atas.
Sangat penting untuk mengelola gula darah Anda, mengikuti semua obat dan petunjuk untuk pengujian, dan melakukan pemeriksaan rutin.
Pemeriksaan mata juga harus dilakukkan untuk mengetahui mata yang komprehensif dengan pelebaran setiap tahun.
Penglihatan kabur bisa diatasi dengan obat ringan seperti obat tetes mata atau resep baru untuk kacamata Anda.
Namun, pastikan Anda juga berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai dengan gejala Anda.
(TribunPalu.com/Linda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-mata-pasien-yang-menderita-katarak.jpg)